• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Januari 14, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Nelayan: Batubara PLTU Timor -1 Cemari Laut Timor, Tak Ada yang Peduli

Rita Hasugian by Rita Hasugian
1 minggu ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Limbah batubara diduga bersumber dari kapal tongkang yang membawa batubara untuk bahan bakar PLTU TIMOR -1. (Oktaf Saketu)

Limbah batubara diduga bersumber dari kapal tongkang yang membawa batubara untuk bahan bakar PLTU TIMOR -1. (Oktaf Saketu)

0
SHARES
69
VIEWS

Kupang – Benda seperti serabut berwarna hitam mengambang di permukaan air laut sepanjang pantai Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang pada pagi ini, 5 Januari 2026.

Seorang nelayan warga Dusun Panaf, Desa Lifuleo memfoto dan merekam kemunculan kembali benda itu di pantai Lifuleo hingga ke pantai wisata Tablolong.

BacaJuga

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026
Rumput laut milik nelayan desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026

Baca juga: Nelayan Temukan Limbah Aspal di Laut hingga Pantai Tablolong

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia untuk Kabupaten Kupang, Zakarias Doroh menerima foto dan video rekaman limbah yang dikirim warga Dusun Panaf. Menurut Zakarias, limbah ini diyakini warga Desa Lifuleo dan Desa Tablolong berasal dari kapal tongkang yang melakukan bongkar muat batu bara untuk keperluan bahan bakar PLTU Timor- 1.

Zakarias menduga serpihan batu bara jatuh ke dalam laut saat proses pemindahan batu bara dari kapal tongkang dengan menggunakan eksavator. Kapal tidak dilengkapi alat untuk menjaga agar serpihan batu bara tidak jatuh ke dalam laut saat proses pemindahannya.

“Mereka tidak punya kepedulian,” kata Zakarias kesal saat diwawancara KatongNTT, Senin, 5 Januari 2026.

Keyakinan Zakarias bahwa limbah itu berasal dari  proses bongkar muat batubara untuk PLTU dan PLTG karena ada warga Desa Tablolong  direkrut untuk bekerja di bidang bongkar muat batubara untuk PLTU yang dikelola oleh UPP Nusra 3 PLN dengan kapasitas 2X 50 MW.

Dia menegaskan, masalah limbah batubara ini akan terus terjadi selama tidak ada upaya Pemerintah Kabupaten Kupang, Pemerintah Provinsi NTT dan PT PLN untuk menemukan solusi.

Zakarias menjelaskan, setiap 2-3 bulan kapal tongkang membawa batubara melintas di Laut Timor untuk memasok bahan bakar  PLTU Timor -1.  “Setiap bongkar muat, pasti ada yang jatuh mengotori laut,” ujarnya.

Baca juga: Nelayan Minta Pemerintah Ungkap Limbah Hitam di Pantai Tablolong

Limbah itu telah merusak rumput laut milik sejumlah nelayan  Desa Lifuleo dan Desa Tablolong. Sebelum PLTU dan PLTG berdiri, warga tidak pernah menemukan limbah seperti ini.

Warga sudah berulang kali mengirimkan protes dengan disertai foto-foto bahkan video kemunculan limbah batubara ke pemerintah, aparat penegak hukum, dan PT PLN. Namun mereka hanya menerima respons: “Nanti ditindaklanjuti.”

Menurut Zakarias, respons seperti ini membuat warga apatis. Mereka menilai pemerintah, PLN dan institusi penegak hukum tidak peduli dengan persoalan lingkungan yang muncul sejak PLTU dan PLTG beroperasi dekat dengan sumber mata pencarian mereka.

“Masyarakat sudah apatis, jika harus berkoar-koar, sama saja menantang matahari,” ujar Zakarias kecewa.

Pada akhir Desember 2024, beberapa nelayan rumput laut di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang menemukan limbah berbentuk lempengan kecil  berwarna hitam pekat di sepanjang pantai.

Di permukaan air laut, benda itu tidak terlihat namun badan kapal, rambut dan kulit para nelayan berubah jadi hitam. Telapak kaki mereka juga hitam setelah berjalan di pantai dan memijak lempengan hitam di pasir atau sampah.

Baca juga: Rumput Laut Nelayan Tablolong Luluhlantak Diterjang Gelombang Laut

Johnny Anabuni, Pengendali dampak lingkungan Dinas lingkungan hidup NTT menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan jenis limbah ini dengan alasan laboratorium lingkungan hidup NTT belum memiliki kapasitas untuk menelitinya.

Catatan: Redaksi masih berupaya menghubungi pihak PT PLN dan Dinas Lingkungan Hidup NTT.

 

 

 

 

Tags: #DesaLifeleo#DesaTablolong#HNSIKabupatenKupang#limbahbatubara#PLTUTimor-1#PTPLN
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Rumput laut milik nelayan desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati