• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, April 19, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

PPKM Berlanjut, Pedagang UMKM Libatkan Anak Bekerja Demi Hidup

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Omzet-Pedagang-UMKM-di-Sumba-Timur-Yunita-Bani-turun-drastis-akibat-pandemi-Covid-19-Kamis-5-Agustus-2021-02ALH-KatongNTT.com_

Omzet-Pedagang-UMKM-di-Sumba-Timur-Yunita-Bani-turun-drastis-akibat-pandemi-Covid-19-Kamis-5-Agustus-2021-02ALH-KatongNTT.com_

0
SHARES
71
VIEWS

Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sumba Timur telah mengubah kehidupan pedagang UMKM. Mereka harus berjuang untuk bertahan hidup dari hasil usaha mereka setiap hari.

Sementara bantuan pemerintah sehubungan dampak dari pandemi Covid-19 tidak dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Seperti dialami para pedagang UMKM di Pasar Matawai, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Pembatasan yang dilakukan pemerintah sejak Covid-19 merebak di Sumba Timur membuat omset pedagang UMKM, Yunita Bani menurun drastis. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan makan-minum di rumah setiap hari semakin sulit.

Kepada KatongNTT di lapak jualannya pada Kamis (5/8), Yunita menuturkan sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia termasuk Sumba Timur, keluarganya termasuk keluarga yang hidup berkecukupan setiap hari. Omset pendapatan harian berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

“Tidak cerita sombong, tapi kami berkecukupan dan lauk-pauk yang kami konsumsi dalam sehari saja bisa ganti-ganti,” jelasnya.

Namun kondisi ini berubah drastis setelah Covid-19 merebak sejak akhir April 2020 lalu hingga saat ini. Pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Bupati Sumba Timur tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah 12 kali diperpanjang masa berlakunya.

Karena makin meningkatnya jumlah kasus aktif, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit yang sudah diatas 75 persen dan persentase masyarakat menerima vaksin masih rendah, pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Sumba Timur sebagai satu dari 45 kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang harus ikut memberlakukan PPKM level IV.

“PPKM kan ada batasan buka pasar, sehingga pembeli juga datang sesuai jam buka pasar sehingga pendapatan kami sehari kalau bisa laku Rp 500 ribu sudah sangat bersyukur,” kata Yunita.

Kondisi ini memaksa Yunita dan suaminya bekerja lebih keras agar tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup termasuk kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.

Mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan tiga anak kandungnya, tapi juga dua keponakannya yang selama ini menjadi tanggung jawab mereka.

Pedagang UMKM, Yunita Bani bersama anak dan keponakannya berjualan di Pasar di Sumba Timur, Kamis, 5 Agustus 2021. (02ALH-KatongNTT.com)

Kondisi berat ini memaksa Yunita meminta anak-anaknya dan keponakannya yang berusia tujuh tahun ikut berjualan keliling di pasar.

“Itu membuat saya menangis setiap hari karena mereka yang masih sekecil itu harus ikut menanggung beban keluarga,” ujarnya.

“Saya kadang sampai kasih target mereka harus bisa laku Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu setiap hari. Namun setiap menerima hasil jualan mereka saya menangis.”

Namun dari hasil perjuangan anak dan keponakannya itu, Yunita menyisihkan sebagian uang tersebut agar bisa membayar biaya kursys anak dan keponakannya agar tidak tertinggal dalam pendidikan mereka.

“Saya kasih les mereka (anak dan ponakannya) di luar, karena mereka harus tetap belajar dan tidak boleh tertinggal,” tegasnya.

Situasi berat akibat pandemi Covid-19 juga berdampak pada barang dagangan yang mereka jual.

“Sebelumnya kami jual semua jenis bama (makanan ternak ayam dan babi), tetapi sekarang kami hanya bisa jual dua jenis dan lainnya kami perbanyak di pa’u (dedak padi) agar lapak kami tidak kelihatan kosong,” tandasnya. (Al)

Tags: #Anakbekerja#pandemicovid-19#PPKMLevel4#Sumbatimur#UMKM
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati