Puncak Musim Kemarau di NTT, Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

Wilayah NTT memasuki puncak musim kemarau, karena itu perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan

Wilayah NTT memasuki puncak musim kemarau, karena itu perlu mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan

Kupang – Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini memasuki puncak musim kemarau. Dari 23 zona musim (ZOM), 96 persen telah memasuki musim kemarau.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tersisa 1 ZOM yang belum memasuki musim kemarau. Daerah tersebut berada pada ZOM 262 atau di sekitar Kabupaten Kupang bagian utara dan Kabupaten Timor Tengah Utara bagian selatan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspada potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pasalnya, tingkat curah hujan di wilayah NTT pada dasarian I Agustus, umumnya mengalami hujan kategori rendah atau sekitar 0 – 55 mm.

Akibatnya, wilayah NTT mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori panjang, sekitar 21-30 hari. Ada juga beberapa wilayah yang mengalami HTH kategori ekstrem panjang atau lebih dari 80 hari. Wilayah dengan hari tanpa hujan berturut-turut kategori ekstrem panjang yakni sekitar Rambangaru, Sumba Timur dan sekitar Busalangga di Kabupaten Rote Ndao.

Hasil analisis BMKG 2 Agustus 2022, sebagian besar wilayah NTT rentan terjadi kebakaran dengan katagori sangat mudah terbakar. Di pulau Timor, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, sebagian besar Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Beli dan sebagian kecil Malaka masuk kategori sangat mudah terbakar.

Selain itu, pulau Rote, Sabu, Sumba, sebagian Flores dan Alor berada pada kategori yang sama. Kondisi ini menunjukkan alang-alang dan dedaunan yang biasa menutupi lantai dalam kondisi sangat kering sehingga sangat mudah terbakar.

Hanya sebagian kecil wilayah di Pulau Timor, Sumba, Flores dan Alor yang berada pada kategori sulit terbakar. Ini artinya, dedaunan dan alang-alang yang menutupi lantai hutan dalam kondisi basah dan sulit terbakar.

Meski berada pada puncak musim kemarau, beberapa wilayah masih mengalami curah hujan dengan kategori menengah atau 51-75 mm. Daerah tersebut diantaranya sebagian wilayah Ende, sebagian Timor Tengah Selatan dan sebagian Timor Tengah Utara yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah atau 51-75 mm.

Baca juga: Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan di NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *