Tri Mumpuni Ajak NTT Tingkatkan Koperasi Berbasis Energi

Tri Mumpuni yang dijuluki wanita listrik mengusulkan NTT mengembangkan koperasi berbasis enegeri. (KatongNTT)

Tri Mumpuni yang dijuluki wanita listrik mengusulkan NTT mengembangkan koperasi berbasis enegeri. (KatongNTT)

Jakarta – Potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih cukup besar. Mulai dari panas matahari, angin, air, arus laut hingga panas bumi. Soal pengembangannya bisa melalui kelembagaan masyarakat atau koperasi berbasis energi.

Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni menegaskan perlunya pengembangan energi untuk menghasilkan listrik yang berbasis masyarakat. NTT mempunyai potensi EBT yang cukup besar yang bisa dikembangkan oleh masyarakat.

“Masyarakat bisa membuat koperasi atau kelembagaan yang sama-sama bertanggung jawab memenuhi listrik. Sumber energinya bisa disesuaikan dengan potensi di setiap komunitas,” ujarnya kepada KatongNTT belum lama ini.

Jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang biasa dijuluki wanita listrik ini menjelaskan kemandirian energi di sebuah kawasan harus diikuti dengan mengoptimalkan modal sosial yang sudah ada. Mulai dari masyarakat, pemerintah, swasta/investor, BUMN/BUMD hingga pihak fasilitator lainnya.

“Masyarakat jangan hanya menikmati listrik saja, tetapi harus punya dignity untuk mengatur kebutuhan energinya,” ujar salah satu tokoh Muslim yang berpengaruh di dunia ini.

Nama Tri Mumpuni di kancah internasional sebenarnya tak lagi asing. Berkali-kali ia mendapatkan penghargaan karena upayanya membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) sebagai sumber energi bersih bagi desa terpencil. Apalagi kawasan yang belum terjangkau akses penerangan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Menurut dia, umumnya desa di Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, namun belum sepenuhnya dikembangkan sebagai sumber energi.

Melalui IBEKA, pihaknya sudah membangun sekitar 65 PLTMH di desa-desa terpencil. Padahal, masih banyak desa di Indonesia yang belum teraliri listrik. Sebagian besar terletak di Papua, Papua Barat, NTT, NTB, Maluku, dan Maluku Utara.

Di NTT, IBEKA mempunyai sejumlah program di Pulau Sumba sejak satu dekade silam, di antaranya mengembangkan koperasi berbasis energi. [k-02]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *