• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

10 Orang di TTS Jadi Korban Rabies, Desa Fenun Ditutup

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rendah Vaksinasi Rabies di Flores – Lembata, Satu Balita di Sikka Tewas
0
SHARES
81
VIEWS

Kupang – Kasus rabies ditemukan di Timor Tengah Selatan (TTS). Terdapat 10 orang menjadi korban gigitan anjing positif rabies.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun, menyampaikan dari 10 korban ini terdapat 1 korban tewas. Lokasi kejadiannya di Desa Fenun, Kecamatan Amanatun Selatan. Desa itu pun sudah ditutup bagi keluar masuknya anjing.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Benar kasus rabies. Yang meninggal 1 orang dan yang digigit anjing 9 orang. Kondisi minggu lalu dan lokasinya sudah diblok,” jawab dia melalui pesan WhatsApp, Senin 29 Mei 2023.

Ia belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait kondisi 9 korban lainnya dan tempat mereka dirawat. Menurutnya, belum ada informasi terbaru terkait hal itu dari Dinas Peternakan TTS di lapangan.

“Kadis Peternakan sementara di lapangan jadi besok baru tahu informasinya,” jawab dia.

Ia menjelaskan, anjing-anjing di wilayah tersebut tidak boleh keluar. Anjing yang dibawa atau datang dari luar pun tidak diperbolehkan masuk ke sana.

Pemerintah Kabupaten TTS juga tengah berupaya untuk memvaksinasi populasi anjing di Desa Fenun.

“Tidak boleh membawa ternak anjing keluar masuk Fenun. Anjing-anjing yang ada akan divaksin,” lanjut dia lagi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan NTT Melky Angsar membenarkan pesan WhatsApp yang beredar, Senin 29 Mei 2023.

Pesan yang beredar menyampaikan informasi resmi dari Balai Besar Veteriner Denpasar Bali. Berdasarkan informasi itu diketahui sampel organ anjing yang dikirim oleh Dinas Peternakan TTS terbukti positif rabies.

Akan tetapi, Melky menyebut untuk informasi rinci mengenai korban dan kondisi di sana menunggu detailnya dari Kabupaten TTS.

“Pertama, saya katakan bahwa informasi itu benar. Tapi informasi lebih lanjut besok ya karena kita masih koordinasi dengan pihak TTS. Pak Bupati harus sampaikan press release-nya besok,” jawab Melky. ****

Tags: #anjingrabies#AnjingrabiesTTS#korbangigitananjingrabiesmeninggal#korbanrabiesmeninggaldunia#VaksinRabies
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati