153 WNI di Ukraina Dievakuasi, 13 Lainnya di Zona Pertempuran

Gedung-hancur-akibat-serangan-rokit-di-kota-Kyiv-Ukraina-pada-25-Februari-2022-dirilis Kepolisian Ukraina kepada wartawan (Ukraine Police Departement Press Service)

Gedung-hancur-akibat-serangan-rokit-di-kota-Kyiv-Ukraina-pada-25-Februari-2022-dirilis Kepolisian Ukraina kepada wartawan (Ukraine Police Departement Press Service)

Kupang– Kementerian Luar Negeri mengatakan 153 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdaftar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv, Ukraina segera dievakuasi.

Rencana evakuasi dipicu operasi militer Rusia ke wilayah Ukraina pada 24 Februari 2022. Operasi militer Rusia yang disebut masyarakat internasional sebagai invasi telah menewaskan lebih dari 100 warga sipil Ukraina.

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemenlu, Judha Nugraha mengatakan dalam konferensi pers, Sabtu malam, 26 Februari 2022, mayoritas WNI di Ukraina telah tiba di KBRI dan safe house di beberapa wilayah seperti di Odessa dan Lviv.

“WNI yang sudah berkumpul segera dievaluasi ke Polandia dan Rumania,” kata Judha.

Kemenlu telah menyiapkan pesawat di kedua negara itu untuk menjemput mereka. Sementara wilayah udara Ukraina sudah ditutup.

“Kita akan lakukan secepatnya. Kedua negara ini dipilih karena merupakan lokasi yang paling dekat,” ujar Judha.

Menurut Judha, masih ada 13 WNI yang berada di zona pertempuran di kota Kharkiv dan Chernihiv. KBRI terus berkomunikasi dengan mereka untuk melakukan upaya evakuasi dari Ukraina.

“Saat ini ada 4 WNI di Kharkiv dan 9 di Chernihiv. Mereka aman dan sedang berlindung di rumah majikannya,” kata Judha memberi rincian.

Judha menjelaskan operasi militer Rusia ke Ukraina tidak pernah diduga sebelumnya. Sehingga keputusan untuk melakukan evakuasi WNI dilakukan setelah pasukan Rusia menyerang negara tetangganya itu.

Meski begitu, langkah evakuasi sudah sesuai rencana kontigensi yang dirancang sebelumnya.

“Ini sesuatu yang mengejutkan termasuk juga kedutaan lainnya di Kyiv,” jelas Judha.

Hingga kemarin malam, menurut Judha, untuk negara-negara ASEAN yang masih bertahan di Ukraina di antaranya Indonesia dan Vietnam. (k-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *