• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

153 WNI di Ukraina Dievakuasi, 13 Lainnya di Zona Pertempuran

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gedung-hancur-akibat-serangan-rokit-di-kota-Kyiv-Ukraina-pada-25-Februari-2022-dirilis Kepolisian Ukraina kepada wartawan (Ukraine Police Departement Press Service)

Gedung-hancur-akibat-serangan-rokit-di-kota-Kyiv-Ukraina-pada-25-Februari-2022-dirilis Kepolisian Ukraina kepada wartawan (Ukraine Police Departement Press Service)

0
SHARES
213
VIEWS

Kupang– Kementerian Luar Negeri mengatakan 153 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terdaftar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv, Ukraina segera dievakuasi.

Rencana evakuasi dipicu operasi militer Rusia ke wilayah Ukraina pada 24 Februari 2022. Operasi militer Rusia yang disebut masyarakat internasional sebagai invasi telah menewaskan lebih dari 100 warga sipil Ukraina.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Kemenlu, Judha Nugraha mengatakan dalam konferensi pers, Sabtu malam, 26 Februari 2022, mayoritas WNI di Ukraina telah tiba di KBRI dan safe house di beberapa wilayah seperti di Odessa dan Lviv.

“WNI yang sudah berkumpul segera dievaluasi ke Polandia dan Rumania,” kata Judha.

Kemenlu telah menyiapkan pesawat di kedua negara itu untuk menjemput mereka. Sementara wilayah udara Ukraina sudah ditutup.

“Kita akan lakukan secepatnya. Kedua negara ini dipilih karena merupakan lokasi yang paling dekat,” ujar Judha.

Menurut Judha, masih ada 13 WNI yang berada di zona pertempuran di kota Kharkiv dan Chernihiv. KBRI terus berkomunikasi dengan mereka untuk melakukan upaya evakuasi dari Ukraina.

Okolice dworca w Kijowie. Tysiace ludzi w podziemiach, W reakcji na syreny natychmiast próbują dołączyć do nich następni. To wcale nie oczywiste. Stacji metra w tym miejscu w Kijowie są już wypełnione niemal po brzegi @RMF24pl pic.twitter.com/RdBs5MYnOm

— Mateusz Chłystun (@MateuszChlystun) February 25, 2022

“Saat ini ada 4 WNI di Kharkiv dan 9 di Chernihiv. Mereka aman dan sedang berlindung di rumah majikannya,” kata Judha memberi rincian.

Judha menjelaskan operasi militer Rusia ke Ukraina tidak pernah diduga sebelumnya. Sehingga keputusan untuk melakukan evakuasi WNI dilakukan setelah pasukan Rusia menyerang negara tetangganya itu.

Meski begitu, langkah evakuasi sudah sesuai rencana kontigensi yang dirancang sebelumnya.

“Ini sesuatu yang mengejutkan termasuk juga kedutaan lainnya di Kyiv,” jelas Judha.

Hingga kemarin malam, menurut Judha, untuk negara-negara ASEAN yang masih bertahan di Ukraina di antaranya Indonesia dan Vietnam. (k-02)

Tags: #Evakuasi#InvasiRusiakeUkraina#Kemenlu#WNI#WNIdiUkraina
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati