Kupang – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang sudah dua hari berturut-turut menutup pelayaran akibat cuaca buruk di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pada Senin ini, 24 Juli 2023, ASDP menutup seluruh lintasan pelayaran ferry terkecuali rute Kupang – Hansisi saja yang sudah beroperasi sejak pukul 07.00 WITA.
Pelayaran yang dibatalkan ialah rute Kupang – Rote, Kupang – Aimere – Waingapu, Kupang – Sabu Raijua – Waingapu. Jadwal pelayaran ASDP untuk 24 Juli ini juga adalah rute Lewoleba – Solor – Larantuka – Solor – Lewoleba.
Baca juga : Cuaca Buruk, ASDP Tutup Sementara 3 Rute Kapal Ferry
“Semua pelayaran kita tutup kecuali Kupang – Hansisi tadi pagi. Kita pelajari cuaca semoga besok sudah bisa bersahabat bagi pelayaran,” jelas Manager Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Andri Matte.
Pada Minggu, 23 Juli 2023, ferry rute Aimere – Kupang juga terpaksa batal berangkat setelah sempat bertolak dari pelabuhan. Kondisi buruk menjadi penyebab batalnya keberangkatan ferry KMP Ile Labalekan tersebut.
Pada hari yang sama ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang juga membatalkan rute Kupang – Rote dan Kupang – Larantuka. Angin kencang dan gelombang 4 meter mempengaruhi keputusan pembatalan pelayaran.
Baca juga : Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak Perahu Nelayan dan Kafe di Kota Kupang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Andri mengaku akan membuka lintasan penyeberangan yang sempat tertunda ini bila cuaca sudah kembali membaik.
Kondisi ini, lanjut Andri, berdampak pada aktivitas masyarakat sebagai pengguna jasa. Misalnya rute Aimere dan Sumba ke Kupang yang dibatalkan akan mempengaruhi aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.
“Dengan terpaksa demi keselamatan penumpang maka nahkoda kembalikan kapal ke Aimere,” kata dia.
Baca juga : Puncak El Nino, NTT Dilanda Kekeringan Ekstrem dan Angin Kencang
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf dan meminta pengertian masyarakat atas kondisi cuaca yang sedang melanda NTT.
“Semoga cuaca buruk seperti ini cepat berlalu. Kita akan berikan pengumuman sesuai dengan peringatan, izin dan regulasi yang didapat ASDP sebelum melakukan pelayaran. Kita tentunya hindari risiko fatal untuk kita semua,” sebut Andri. ****




