Jakarta– Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina tidak mudah, memiliki tingkat kompleksitas dan bahaya yang tinggi. Itu karena evakuasi dilakukan di tengah pertempuran yang masih terjadi.
WNI tinggal tersebar di beberapa kota di Ukraina. Selain itu, jalur evakuasi terutama dari Kiev, sempat dikaji ulang. Hal ini mengingat munculnya situasi yang menyulitkan jika evakuasi dilakukan ke arah Lviv.
Retno yang berbicara kepada para wartawan secara online, Selasa, 1 Maret 2022 kemudian menyampaikan 4 fakta terkait dengan evakuasi WNI di Ukraina.
Pertama, kata Retno, 25 WNI yang dievakuasi melalui Odessa sudah tiba di Bucharest pada 27 Februari 2022 jam 16.30 waktu Bucharest. WNI yang dievakuasi semuanya perempuan dan 1 anak berumur sekitar 12 tahun.
“Tim evakuasi kita bergerak dari Tulcea, perbatasan Rumania-Moldova pada Sabtu, 26 Februari pukul 06.00 pagi. Akhirnya tiba kembali di Bucharest pada 27 Februari pukul 16.30 waktu setempat,” ujar Retno.
Total lama perjalanan yang ditempuh tim evakuasi sekitar 35 jam dengan menggunakan bis.
Saat situasi normal, lama perjalanan tidak lebih dari 10 jam.Tim evakuasi juga melewati 5 kali pemeriksaan dan cek point di Ukraina.
Di perbatasan terjadi antrian mobil lebih dari 10 kilometer. Mobil yang antri telah berada di perbatasan selama 2 hari.
“Namun alhamdullilah, evakuasi bisa menembus antrian sekitar 4,5 jam,” ujar Retno.
Satu WNI, ujarnya, positif terpapar Covid-19 dan sudah mendapatkan penanganan.
Dalam video rekaman evakuasi WNI melalui Odessa ke Rumania, sejumlah WNI tampak berada dalam bus. Seorang perempuan mewakili teman-temannya menjelaskan bahwa mereka dievakuasi melalui Odessa dan telah tiba di Rumania.
“Kami telah sampai dari Odessa ke Rumania dengan selamat. Terimakasih Pemerintah Indonesia. Hidup Indonesia,” ujar perempuan itu bersama WNI lainnya.
Kedua, 6 WNI dan 1 WNA (suami dari satu WNI) pada 27 Februari 2022 telah berhasil diseberangkan, dievakuasi dari Lviv menuju Rzeszow, Polandia. Keenam WNI itu terdiri dari 2 perempuan dewasa, 3 anak-anak, dan satu bayi.
Retno menjelaskan, tim KBRI Warsawa berangkat dari safe house di Rzeszow pada jam 7.30 pagi . Tiba kembali dengan para para WNI yang dievakuasi sekitar jam 20.45 waktu setempat.
Jalur perbatasan Rumania juga mengalami antrian sangat panjang hingga 30 kilometer. Keenam WNI ini sudah berada di Rzeszow dalam kondisi sehat.

Ketiga, ada 4 WNI (2 pria dan 2 anak-anak) dan WNA (pasangan dari WNI) yang juga telah dijemput tim KBRI Warsawa dari Mc D Ternopil, Lviv di Ukraina menuju Polandia. Mereka menempuh perjalanan sejauh 150 kilometer.
“Mereka saat ini sudah tiba di safe house Rzeszow, Polandia pada 28 Februari 2022 jam 19.40 waktus setempat,” ujar Retno.
Rombongan WNI ini sempat antri di perbatasan cek poin Polandia selama sekitar 2 jam sebelum akhirnya dibolehkan masuk ke Polandia.
Keempat, rombongan terbesar yaitu 59 WNI dan 1 WNA yang dievakuasi dari Kiev dan telah diseberangkan ke wilayah Moldova. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju Rumania.
Evakuasi dari Kiev sebelumnya direncanakan pada 27 Februari 2022 yaitu melewati kota Lviv menuju Polandia.
“Namun karena adanya kebijakan curfew dan beberapa tantangan infrastruktur jalan yang diakibatkan peperangan, maka evakuasi terpaksa ditata ulang kembali,” kata Retno.
Retno terlibat langsung dalam penataan ulang jalur aman untuk evakuasi dari Kiev.
Setelah melakukan konsultasi dengan banyak pihak, evakuasi akhirnya dapat dilakukan pada 28 Februari 2022. Jalur evakuasi adalah dengan mengambil jalur selatan melalui kota Vinnytsia menuju Bucharest, Rumania via Moldova.
Menurut Retno, evakuasi dilakukan dengan menggunakan 12 mobil dengan banyak menggunakan jalur alternatif. Ini untuk menghindari antrian dan macet di jalur utama.
Rombongan berangkat dari KBRI di Kiev sekitar jam 11.30 dan tiba di perbatasan Moldova pada jam 22.00 atau sekitar jam 03.00 dini hari 1 Maret waktu Jakarta. (k-02)




