• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

LPA NTT Tolak Sekolah 05.30 Berlanjut

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Murid SMA di Kupang, NTT (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Murid SMA di Kupang, NTT (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
43
VIEWS

Kupang – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tegas menolak pemberlakuan sekolah 05.30 WITA dilanjutkan. Kebijakan yang baik harus dikaji terlebih dahulu dan bersifat partisipatif.

Menurut Ketua LPA NTT, Veronika Ata, dalam keterangannya kebijakan ini tidak mempunyai korelasi sama sekali antara disiplin dan kecerdasan anak dengan sekolah jam tersebut.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Apalagi dikatakan bahwa sekolah jam 5 pagi untuk masuk ke UI, UGM dan Harvard,” tukasnya, Rabu 29 Maret 2023.

LPA NTT menegaskan perlunya upaya peningkatan kapasitas dan metode belajar mengajar yang tepat dan menggembirakan anak.  Jam sekolah lebih dini pun bukan seperti yang diterapkan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia seperti Finlandia, Amerika Serikat, Canada, Jepang, Singapura, Inggris, maupun China.

“Sebuah kebijakan, mestinya dikaji terlebih dahulu  terkait dampak positif dan negatifnya. Kebijakan yang baik harus partisipatif dan bottom up. Perlu dihindari kebijakan top down,” jelas dia lagi.

Menurutnya kebijakan ini perlu ditinjau kembali  karena tidak layak diterapkan. Kebijakan ini selain melanggar hak anak dan meresahkan publik, tidak ada dasar hukum dan tidak dikaji terlebih dahulu.

“Mari kita kembali ke pola yang selama ini berlangsung serta mengurangi mata pelajaran yang kurang penting, kurang sesuai minat dan bakat anak agar murid tidak terbebani,” tambah Veronika.

Pemerintah perlu membenahi jumlah pelajaran yang  diterima para murid, fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, metode belajar mengajar yang menggembirakan, bukan penuh intimidasi dan keterpaksaan.

“Kami menyatakan menolak dengan tegas, pemberlakuan sekolah subuh karena kebijakan ini melanggar hak anak, menyengsarakan murid, orang tua dan guru bahkan meresahkan masyarakat,” sebutnya.

Alasannya penolakan ini ialah merugikan anak. Menurut LPA NTT anak mengalami kekurangan waktu tidur dan istirahat sehingga proses belajar mengajar tidak efektif. Kurangnya jam tidur akan  berdampak pada kesehatan baik fisik maupun psikis.

Anak-anak juga tidak sarapan pagi saat pukul 4.30 WITA karena harus bergegas ke sekolah. Adanya rawan kekerasan sexual karena masih gelap dan  transportasi tidak tersedia bagi sebagian besar para murid bahkan ada yang berjalan kaki 7 km.

Orang tua juga mendapat beban ganda begitu pula para guru mengikuti aturan tersebut berdasarkan perintah atasan ini.

Sebelumnya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ingin hasil evaluasi sekolah 05.30 WITA disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi NTT. Gubernur NTT menyampaikan ini saat ditemui pada Selasa 28 Februari 2023.

Sementara Kepala Disdikbud NTT, Linus Lusi, belum memberikan respon terkait hal ini sejak Selasa, 28 Maret 2023, saat dihubungi. Ia tidak berada di kantornya. (Putra Bali Mula)

Tags: #Jam sekolah#LPA NTT#Sekolahpendidikan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati