• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

LPA NTT Tolak Sekolah 05.30 Berlanjut

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Murid SMA di Kupang, NTT (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

Murid SMA di Kupang, NTT (Putra Bali Mula - KatongNTT.com)

0
SHARES
45
VIEWS

Kupang – Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tegas menolak pemberlakuan sekolah 05.30 WITA dilanjutkan. Kebijakan yang baik harus dikaji terlebih dahulu dan bersifat partisipatif.

Menurut Ketua LPA NTT, Veronika Ata, dalam keterangannya kebijakan ini tidak mempunyai korelasi sama sekali antara disiplin dan kecerdasan anak dengan sekolah jam tersebut.

BacaJuga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

13 Agustus 2026
Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026

“Apalagi dikatakan bahwa sekolah jam 5 pagi untuk masuk ke UI, UGM dan Harvard,” tukasnya, Rabu 29 Maret 2023.

LPA NTT menegaskan perlunya upaya peningkatan kapasitas dan metode belajar mengajar yang tepat dan menggembirakan anak.  Jam sekolah lebih dini pun bukan seperti yang diterapkan negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia seperti Finlandia, Amerika Serikat, Canada, Jepang, Singapura, Inggris, maupun China.

“Sebuah kebijakan, mestinya dikaji terlebih dahulu  terkait dampak positif dan negatifnya. Kebijakan yang baik harus partisipatif dan bottom up. Perlu dihindari kebijakan top down,” jelas dia lagi.

Menurutnya kebijakan ini perlu ditinjau kembali  karena tidak layak diterapkan. Kebijakan ini selain melanggar hak anak dan meresahkan publik, tidak ada dasar hukum dan tidak dikaji terlebih dahulu.

“Mari kita kembali ke pola yang selama ini berlangsung serta mengurangi mata pelajaran yang kurang penting, kurang sesuai minat dan bakat anak agar murid tidak terbebani,” tambah Veronika.

Pemerintah perlu membenahi jumlah pelajaran yang  diterima para murid, fasilitas sekolah, kesejahteraan guru, metode belajar mengajar yang menggembirakan, bukan penuh intimidasi dan keterpaksaan.

“Kami menyatakan menolak dengan tegas, pemberlakuan sekolah subuh karena kebijakan ini melanggar hak anak, menyengsarakan murid, orang tua dan guru bahkan meresahkan masyarakat,” sebutnya.

Alasannya penolakan ini ialah merugikan anak. Menurut LPA NTT anak mengalami kekurangan waktu tidur dan istirahat sehingga proses belajar mengajar tidak efektif. Kurangnya jam tidur akan  berdampak pada kesehatan baik fisik maupun psikis.

Anak-anak juga tidak sarapan pagi saat pukul 4.30 WITA karena harus bergegas ke sekolah. Adanya rawan kekerasan sexual karena masih gelap dan  transportasi tidak tersedia bagi sebagian besar para murid bahkan ada yang berjalan kaki 7 km.

Orang tua juga mendapat beban ganda begitu pula para guru mengikuti aturan tersebut berdasarkan perintah atasan ini.

Sebelumnya Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat ingin hasil evaluasi sekolah 05.30 WITA disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi NTT. Gubernur NTT menyampaikan ini saat ditemui pada Selasa 28 Februari 2023.

Sementara Kepala Disdikbud NTT, Linus Lusi, belum memberikan respon terkait hal ini sejak Selasa, 28 Maret 2023, saat dihubungi. Ia tidak berada di kantornya. (Putra Bali Mula)

Tags: #Jam sekolah#LPA NTT#Sekolahpendidikan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Hotel Sasando International (Dok.KatongNTT)

Setengah Hati Merawat Hotel Sasando

by Rita Hasugian
13 Agustus 2026
0

KatongNTT – Suara Johanes Tenggas, 50 tahun datar menjawab pertanyaan tim transisi dari PT Flobamor, BUMD Provinsi NTT pada Senin,...

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati