• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, Agustus 19, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Inspirator

Pupus Harapan Mama Tabita, Pedagang Kulineran Malam di El Tari

Rita Hasugian by Rita Hasugian
5 tahun ago
in Inspirator
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Mama Tabita Lai, Pedagang Kulineran Malam di El Tari meninggla tanggal 1 Juli 2021 karena asma akut. (Nj)

Mama Tabita Lai, Pedagang Kulineran Malam di El Tari meninggla tanggal 1 Juli 2021 karena asma akut. (Nj)

0
SHARES
3.9k
VIEWS

Kupang – Saat matahari mulai merunduk di Jalan El Tari, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sejumlah perempuan sibuk mengemasi barang-barang yang ada di dalam gerobak dorong atau kardus dan kontainer plastik berukuran besar. Mereka yang disapa “Mama” menata wadah aluminium besar berisikan bubur kacang ijo. Memasang tungku pembakaran pisang dan jagung.

Suami dan anak-anak mereka menata meja kayu, kursi-kursi, piring plastik kecil dan air mineral untuk pelanggan mereka. Berbagai jenis sachet minuman tergantung di meja lain bersama sejumlah wadah tempat bumbu penyedap pisang bakar dan jagung bakar.

BacaJuga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

15 Mei 2025
Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

18 Oktober 2024

Tabita Lai, 60 tahun, adalah satu dari sekitar 14 mama-mama yang berdagang di El Tari hingga dini hari. Mama Tabita sudah berdagang di lokasi persis seberang kantor Gubernur NTT sejak tahun 1990-an.

Saat KatongNTT mewawancarai Mama Tabita, kedua bola matanya memberi sinyal mengantuk dan lelah, namun ia berusaha kuat dan tersenyum.

Perempuan yang menikahi pria asal Sabu dan memiliki 6 anak menuturkan, dia sudah berdagang kuliner malam di El Tari sejak sekitar tahun 1995. Selama sekitar seperempat abad berdagang kulineran di El Tari, hanya sekali Mama Tabita mendapatkan bantuan dari pemerintah NTT di masa Gubernur Herman Musakabe, berupa gerobak, termos, dan uang Rp 50 ribu.

Dia berharap bantuan modal dari pemerintah yang berkuasa saat ini. Namun, harapan itu pupus sudah. Sekitar jam 8 malam pada 1 Juli 2021, Mama Tabita menghembuskan nafas terakhirnya.

Menurut anggota keluarga yang ditemui KatongNTT, Mama Tabita menderita asma sejak 30 tahun lalu. Selamat jalan Mama Tabita, rasa lelah, capek, dan kedinginan di malam hari sudah tidak membebanimu lagi… (Nj/Rita Hasugian)

 
Tags: #eltarikupang#mamatabita#pedagang kulineran
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

by PriyaHusada
15 Mei 2025
0

Dari laboratorium sunyi di Brasil, Hungria memimpin revolusi pertanian yang tak hanya menyelamatkan petani, tapi juga membuka jalan bagi cara...

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

by KatongNTT
18 Oktober 2024
0

Ruteng – Berbagai suku cadang sepeda motor terpajang apik di rak kayu di bengkel yang terletak persis di sisi barat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati