• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Warga Segera Dapat Ganti Rugi Lahan Tambak Udang di Sumba Timur

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi Udang Sumba Timur Perlu Ditopang Amdal Berkualitas

Kunjungan Menteri KKP Sakti Trenggono ke tambak udang di Sumba Timur, NTT (Ist)

0
SHARES
104
VIEWS

Waingapu – Pemerintah pusat akan membangun tambak budi daya udang berbasis kawasan (BUBK) di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun lahan tambak udang terintegrasi (integrated shrimp farming) itu dikabarkan sedang dibebaskan dari kepemilikan masyarakat.

Informasi yang diperoleh KatongNTT.com menyebutkan sebagian besar dari rencana lahan 1.800 hektare (ha) tersebut merupakan alih fungsi hak guna usaha (HGU) yang sudah lama tidak aktif. Namun, ada beberapa kawasan yang sebenarnya merupakan lahan masyarakat yang sudah lama ditempati.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Pelaku usaha yang juga warga di Desa Palakahembi, Dodi Lulu, mengatakan rencana pembukaan tambak dan pabrik pakan udang itu sudah mulai digencarkan sejak tahun 2020. Saat ini, warga setempat sudah mendapatkan informasi bahwa pembangunan tahap awal tambak udang akan dilakukan pada tahun 2023 dengan luasan 550 hektare (ha).

Baca : Lahan dan Dana Pinjaman Jadi Kendala Investasi Udang NTB, NTT Perlu Lebih Siap

“Realisasi tahap I akan dilaksanakan tahun 2023 yang diawali dengan peletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo. Pembangunan tambak udang dan pabrik pakan udang dilaksanakan di atas lahan seluas 550 hektare,” ujar Dodi, Selasa (25/4/2023).

Dodi menjelaskan terkait lahan yang menjadi milik warga maka sudah mulai dibebaskan dan segera diberikan ganti rugi.

“Saat ini sedang dilakukan pembebasan lahan di lokasi tersebut. Ada 10 rumah warga yang terkena. Umumnya masih rumah darurat. Pemerintah akan melakukan ganti rugi dengan membangun rumah yang lebih layak di lokasi yang telah disiapkan dan letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi awal,” ujarnya.

Baca : Malaysia dan Singapura Lirik NTB, Minat Investor Udang ke NTT Masih Minim

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sudah melakukan sejumlah persiapan membangun tambak udang di Desa Palakahembi, Pandawai, Sumba Timur. Bahkan, saat meresmikan tambak udang di Kebumen, Jawa Tengah, pada awal Maret 2023 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan desain tambak yang bisa menyerap 5.000 tenaga kerja itu sudah selesai.

“Sebentar lagi kita akan mulai lagi 1.800 hektare di Waingapu, NTT. Ini desain perencanaan sudah selesai,” kata Jokowi, Kamis (9/3/2023).

Baca : Butuh 5.000 Karyawan, Jokowi Sebut Desain Tambak Udang Sumba Timur Selesai

Dalam pemberitaan KatongNTT.com, Selasa (25/4/2023), disebutkan bahwa peran pemerintah hanya sebagai perintis dalam menyiapkan berbagai infrastruktur dasar tambak udang. Selanjutnya, pihak swasta harus terlibat penuh agar target budidaya udang terintegrasi bisa berkelanjutan. Namun, sejauh ini minat investor ke NTT masih minim dan lebih tertarik untuk melakukan investasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). [Anto]

Tags: #Gantirugilahan#KementerianKelautandanPerikanan#Sumba Timur#Tambakudang#Tambakudangberbasiskawasan#Udang#Waingapu
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati