• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, April 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Pekerja Migran & Perdagangan Orang

39 Pekerja Asal NTT Direkrut Ilegal ke Kalteng 

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 2 mins read
A A
0
39 Pekerja Asal NTT Direkrut Ilegal ke Kalteng 
0
SHARES
37
VIEWS

Kupang – Kepolisian Nusa Tenggara Timur (NTT) menggagalkan keberangkatan 39 pekerja yang direkrut secara ilegal atau non prosedural ke Kalimantan Tengah (Kalteng).

39 orang yang digagalkan berangkat ini adalah 23 orang yang akan berangkat melalui Pelabuhan Tenau Kota Kupang dan 16 orang dari Kabupaten Sikka.

BacaJuga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

8 Januari 2026
Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

27 Desember 2025

Pada Minggu 10 Juli 2023, keberangkatan 16 pekerja yang direkrut oleh perusahaan sawit asal Kalteng tanpa prosedur resmi ini digagalkan Polres Sikka.

Baca juga : Indonesia Masuk 20 Negara Pengirim Pekerja Migran Terbanyak

16 pekerja ini direkrut perusahaan bernama PT LAK melalui perekrut lapangan dan seorang perantara yaitu Gentinus Lela dan Ambrosius Bernadus.

Para pekerja yang hendak berangkat ini diamankan oleh polisi di Pelabuhan Lorens Say Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

“Mereka hendak ke Kalimantan tanpa prosedur jadi kita amankan saat berangkat di Pelabuhan Maumere,” tandas Kapolres Sikka, AKBP Nelson F Quintas, dalam keterangannya, Senin 10 Juli 2023.

Baca juga : Jumlah Nelayan NTT Masuk Australia Secara Ilegal Meningkat Drastis

Mereka akan diberangkat dengan KM Bukit Siguntang tujuan Maumere – Makasar – Balikpapan. Kemudian dari Balikpapan nanti mereka akan menggunakan bus menuju Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan lalu ke Kalteng.

Gentinus Lela kepada polisi mengaku PT. LAK membutuhkan banyak tenaga kerja menghadapi masa panen raya kelapa sawit.

Menurutnya, perusahaan ini menanggung akomodasi dan memberikan uang kepada keluarga masing-masing orang yang direkrut itu.

Baca juga : Penjual Orang di Malaka Punya Bos di Malaysia

Setelah bekerja maka akan dipotong gaji mereka setiap bulan untuk mengembalikan biaya akomodasi perusahaan. Namun untuk kejelasan mengenai upah gaji akan disampaikan lagi setelah tiba di Balikpapan.

“Belasan PMI asal Kabupaten Sikka ini diiming-imingi gaji atau upah sebesar Rp 5 juta hingga Rp 6 juta,” jelas Nelson.

Terpisah, Kapolsubsektor KP3 Laut Tenau, Ipda Teguh Santoso, juga melaporkan penggagalan 23 orang calon pekerja yang hendak berangkat ke Kalteng secara non prosedural.

Baca juga : Polres Alor Tahan Mahasiswi Yang Pekerjakan Dua Remaja ke Jambi

Rencananya keberangkatan mereka dengan KM Bukit Siguntang tujuan Provinsi Kalimantan tengah digagalkan pada akhir pekan lalu di terminal penumpang Pelabuhan Tenau Kupang.

Abdisua Isu, salah satu warga asal Kecamatan Amanuban Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS) mengaku direkrut seseorang bernama Mesak Isu. Mesak juga tengah dicari oleh kepolisian.”Nama mereka tidak sesuai antara KTP dan tiket yang dibawa. Diduga kemungkinan perekrut membeli tiket menggunakan KTP orang lain,” ujar Santoso. ****

Tags: #Kotakupang#pekerjailegal#PerusahaanKalteng#perusahaansawit#rekrutpekerjailegal#Sikka
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

by Rita Hasugian
8 Januari 2026
0

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara...

Penjara Kluang, Johor, Malaysia tempat PMI NTT tak berdokumen menjalani hukuman sebelum dideportasi pulang. (icrc.uthm.edu)

PMI NTT Ungkap Penjara dan Detensi Imigrasi Malaysia Tidak Manusiawi

by Rita Hasugian
27 Desember 2025
0

Kupang – Marselinus Seke menahan rasa sakit pada kedua kakinya yang bengkak setiap kali melangkah. Kulit kakinya melepuh,  mengeluarkan cairan...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati