Jakarta – Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Timor Leste Bendito Dos Santos Freitas. Keduanya bertemu di sela-sela kegiatan “Asean Post-Ministerial Conference (PMC)” di Jakarta pada Kamis (13/7/2023).
Adapun agenda yang dibahas terkait dengan peningkatan kerja sama ekonomi dan penyelesaian masalah perbatasan. Dua agenda ini sudah dibahas intens oleh pimpinan kedua negara sejak beberapa tahun silam. Keterangan dari Kementerian Luar Negeri Indonesia menyebutkan kerja sama ekonomi termasuk zona perdagangan bebas dan kawasan Oecusse, Ambeno, kemudian isu perbatasan darat yang selama ini juga pernah dibahas.
Baca : Indonesia Bebaskan Visa Kunjungan untuk Warga Timor Leste, Berlaku 30 Hari
“Kedua Menlu menegaskan bahwa pembangunan Zona Ekonomi di perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kawasan Oecusse Ambeno menjadi prioritas pemerintah kedua negara,” lanjut pihak kementerian.
Untuk diketahui, Oecusse Ambeno adalah distrik wilayah enclave Timor Leste yang berada di Timor NTT dan dikelilingi oleh Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Terkait perbatasan, kedua Menlu sepakat untuk menuntaskan penyelesaian perbatasan darat di dua segmen yang telah lama tertunda. Pembahasan batas laut akan dilakukan setelah batas darat dituntaskan.
Baca : Timor Leste Pesan Bus dari Cina Untuk Rute Dili – Kupang
Pertemuan kedua Menlu tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan kedua pimpinan negara. Dalam tahun ini, tercatat dua kali Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Timor-Leste Taur Matan Ruak bertemu. Pada Mei 2023 lalu, keduanya menggelar pertemuan bilateral di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Taur Matan Ruak hadir untuk mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas upaya peningkatan kerja sama ekonomi, termasuk di wilayah perbatasan kedua negara. Pembahasan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan PM Timor-Leste ke Indonesia Februari 2023.
Baca : Tidak Ada Beras Ilegal ke Timor Leste, Stok Lebaran Dalam Perjalanan
Saat itu, Joko Widodo menerima kunjungan kerja Taur Matan Ruak di Istana Bogor, Jawa Barat. Pertemuan antara Jokowi dan Ruak juga pernah terjadi pada pada 2016 lalu, saat Ruak masih menjabat sebagai Presiden Timor Leste.
Selain pembicaraan bilateral tingkat pimpinan, sejumlah kerja sama juga terus berjalan. Salah satunya adalah Forum Informasi Ekspor dan Business Matching di area Marketing Point Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, NTT.
Baca : Belu Berhasil Ekspor Perdana Tomat ke Timor Leste
Kegiatan itu dilakukan Kementerian Perdagangan dan berharap Marketing Point Motaain dapat dimanfaatkan para eksportir Indonesia dan pembeli asal Timor Leste. Setidaknya kedua negara saling bertukar informasi kebutuhan ekspor dengan memanfaatkan fasilitas tempat promosi serta pelayanan yang telah tersedia. [Anto]




