Kupang – Pemerintah Republica Democratica Timor Leste (RDTL) tengah menyiapkan transportasi darat dari negara itu ke Indonesia. Rute yang direncanakan adalah Dili – Kupang.
Pejabat sementara (Pjs) Konsulat RDTL untuk Indonesia di Kota Kupang, Manuel Marcal Sarmento, menyampaikan ini saat ditemui di kantornya.
Timor Leste sendiri tengah memesan armada bus yang diproduksi dari Cina sebagai sarana transportasi bagi masyarakat yang akan berpergian ke Indonesia.
“Busnya dipesan dari Cina. Kita tunggu setelah produksinya selesai mungkin busnya sudah bisa beroperasi,” kata Manuel.
Baca juga: Indonesia Bebaskan Visa Kunjungan untuk Warga Timor Leste, Berlaku 30 Hari
Pembukaan jalur ini menjadi pembicaraan yang ditekankan Perdana Menteri Timor Leste, Taur Matan Ruak saat bertemu Presiden Jokowi beberapa waktu lalu.
Teknis rute ini juga sudah disiapkan Timor Leste dan akan diimplementasikan nantinya. Sehingga berdampak bagi ekonomi di kedua wilayah.
“Terlebih di dataran Pulau Timor ini, itu akan sangat membantu sekali. Dan sebagai salah satu media transportasi yang memenuhi dan mempermudah akses kedua wilayah,” ujar Manuel.
Menurut informasi yang didapatkannya sementara ada 5 bus yang direncanakan beroperasi oleh pemerintah Timor Leste.
“Mungkin sementara 2 bus yang disiapkan duluan. Itu dari informasi yang kami dapatkan. Ini masih rencana tapi yang pasti ada 5 bus dari pihak Timor Leste,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Indonesia, transportasi ini pun dikelola Badan Usaha Milik Negara atau BUMN-nya RDTL. Transportasi ini juga akan menggunakan terminal internasional di kedua wilayah.

Baca juga: Utusan Jokowi – Pemerintah Timor Leste Bahas Percepatan Kerjasama Perbatasan
“Rutenya itu Dili – Kupang,” sebutnya.
Pemerintah Indonesia juga telah membebaskan visa kunjungan dari RDTL ke Indonesia. Pembebasan ini seiring setelah pandemi Covid-19 yang mereda kasusnya di kedua negara.
Bebas visa kunjungan telah diberlakukan Indonesia bagi 10 negara termasuk Timor Leste ini mulai 13 Februari lalu.
Pembebasan visa kunjung dari Timor Leste ke Indonesia ini, sebut dia, dibahas sebelumnya pada pertengahan tahun 2022. Pembahasan dilakukan oleh Presiden Ramos Horta dan Presiden Jokowi di Jakarta.
“Itu yang disetujui dan diimplementasikan pada 13 Februari kemarin,” papar Manuel.
Secara keseluruhan kerja sama ini menurutnya sangat baik terutama bagi masyarakat di kedua negara. Sehingga perjalanan mereka lebih dipermudah lagi.
Baca juga: Gubernur NTT dan Presiden Timor Leste Bahas Zona Free Trade di Perbatasan
“Kita sangat menyambut gembira hal ini dan masyarakat Timor Leste senang dengan tetapan ini,” ujarnya .
Indonesia pun telah membuka jalur darat dalam hal ini bus ke Dili, Timor Leste, yang telah diujicobakan DAMRI pada November lalu.
Manuel menjelaskan intensitas pelintas yang melalui dua wilayah antar negara ini tentunya akan meningkat. Adapun prosedur pengawasan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Presiden Ramos Horta telah bertemu juga dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat untuk memperat hubungan ekonomi kedua wilayah. Pemerintah Indonesia sendiri sedang merintis rute antara negara yaitu Kupang – Dili dengan menggunakan armada DAMRI. (Putra Bali Mula)



