• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 21, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

1,5 Juta Warga NTT Bakal Terdampak Kekeringan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi kekeringan (Antara Foto/Aprilio Akbar)

Ilustrasi kekeringan (Antara Foto/Aprilio Akbar)

0
SHARES
144
VIEWS

Kupang – Bencana kekeringan akan berdampak merata pada 22 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timu (NTT) mulai puncak El Nino Agustus – September tahun ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT juga membuat prakiraan adanya 1,5 juta jiwa penduduk NTT terdampak.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Kepala BPBD NTT, Ambrosius Kodo, pada Senin 24 Juli 2023 juga mengatakan ada daerah-daerah kekeringan ekstrem yang perlu diwaspadai.

Baca juga : Waspada Kekeringan, Perlu Optimalkan Palawija, Sorgum dan Singkong

“Yang paling parah itu di Sumba Timur kemudian ke Flores, sebagian wilayah Timor. Bagian barat Flores masih dapat bertahan dari kekeringan termasuk Sumba di wilayah Barat, lalu Malaka di Pulau Timor itu masih bisa bertahan,” jelas dia usai rapat bersama DPRD NTT.

BPBD NTT juga menyusun peta kajian risiko bencana kekeringan, kata dia, sehingga pemerintah daerah mestinya mulai mendorong penyaluran air bersih.

Hal ini perlu diperhatikan mengingat dari informasi sementara diketahui musim kemarau dapat bergeser hingga ke awal Januari.

Baca juga : Waspada Bencana Kekeringan, Pemerintah Sediakan Asuransi Bagi Petani

“Ini yang dapat berpengaruh pada musim tanam dan sebagainya tapi kita berharap bisa tidak terjadi,” lanjut dia lagi.

Menurut dia, kondisi kekeringan ini sangat sulit dideteksi kapan bermula maupun berakhir sehingga dampaknya akan sangat terasa di daerah yang sulit akses air bersih. Dampak ikutannya adalah pada kesehatan dan pangan maupun kemiskinan.

Ia sudah mendapatkan laporan juga adanya beras bantuan dan cadangan beras pemerintah level kabupaten hingga provinsi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.

Baca juga : NTT Kekurangan Petani Milenial, Ini Dampak dan Tantangannya!

“Kita imbau masyarakat untuk mulai hemat penggunaan air hingga dengan puncak musim kemarau. Kita juga mendorong bagaimana upaya saat memasuki musim hujan untuk menanam air,” ungkapnya lagi.

Para petani juga diimbau untuk tidak lagi menanam tanaman boros air. Sedapat mungkin, kata dia, dapat ditanam tanaman yang bertahan terhadap kekeringan.

Ambrosius mengatakan dalam bencana kekeringan ini biasanya rawan terjadi pula kebakaran lahan dan hutan apalagi saat ini disertai angin kencang. ****

Tags: #ElNinoNTT#kekeringandintt#KekeringanEkstremNTT#kemiskinanntt#WargaNTTterdampakkekeringan
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati