Kupang – Bencana kekeringan akan berdampak merata pada 22 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timu (NTT) mulai puncak El Nino Agustus – September tahun ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT juga membuat prakiraan adanya 1,5 juta jiwa penduduk NTT terdampak.
Kepala BPBD NTT, Ambrosius Kodo, pada Senin 24 Juli 2023 juga mengatakan ada daerah-daerah kekeringan ekstrem yang perlu diwaspadai.
Baca juga : Waspada Kekeringan, Perlu Optimalkan Palawija, Sorgum dan Singkong
“Yang paling parah itu di Sumba Timur kemudian ke Flores, sebagian wilayah Timor. Bagian barat Flores masih dapat bertahan dari kekeringan termasuk Sumba di wilayah Barat, lalu Malaka di Pulau Timor itu masih bisa bertahan,” jelas dia usai rapat bersama DPRD NTT.
BPBD NTT juga menyusun peta kajian risiko bencana kekeringan, kata dia, sehingga pemerintah daerah mestinya mulai mendorong penyaluran air bersih.
Hal ini perlu diperhatikan mengingat dari informasi sementara diketahui musim kemarau dapat bergeser hingga ke awal Januari.
Baca juga : Waspada Bencana Kekeringan, Pemerintah Sediakan Asuransi Bagi Petani
“Ini yang dapat berpengaruh pada musim tanam dan sebagainya tapi kita berharap bisa tidak terjadi,” lanjut dia lagi.
Menurut dia, kondisi kekeringan ini sangat sulit dideteksi kapan bermula maupun berakhir sehingga dampaknya akan sangat terasa di daerah yang sulit akses air bersih. Dampak ikutannya adalah pada kesehatan dan pangan maupun kemiskinan.
Ia sudah mendapatkan laporan juga adanya beras bantuan dan cadangan beras pemerintah level kabupaten hingga provinsi untuk mengatasi kemiskinan ekstrem.
Baca juga : NTT Kekurangan Petani Milenial, Ini Dampak dan Tantangannya!
“Kita imbau masyarakat untuk mulai hemat penggunaan air hingga dengan puncak musim kemarau. Kita juga mendorong bagaimana upaya saat memasuki musim hujan untuk menanam air,” ungkapnya lagi.
Para petani juga diimbau untuk tidak lagi menanam tanaman boros air. Sedapat mungkin, kata dia, dapat ditanam tanaman yang bertahan terhadap kekeringan.
Ambrosius mengatakan dalam bencana kekeringan ini biasanya rawan terjadi pula kebakaran lahan dan hutan apalagi saat ini disertai angin kencang. ****




