Kupang – Bank DKI tidak melanjutkan kerja sama kelompok sama usaha bank (KUB) dengan Bank Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kerja sama ini sebelumnya jadi alternatif pemenuhan modal inti bank sebesar Rp 3 triliun yang perlu disanggupi Bank NTT. Modal inti Bank NTT hingga akhir 2022 kekurangan Rp 700 miliar.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTT, Japarmen Manalu, menyatakan KUB antar kedua Bank Pembangunan Daerah (BPD) ini tak lagi berlanjut.
Baca juga : 11 Kantor Bank NTT Resmi Layani Transaksi Valuta Asing
“Mungkin dengan Bank DKI nggak lanjut karena mereka yang menghentikan. Jadi ada beberapa bank lagi yang berminat,” ungkap Japarmen usai launching Bank NTT sebagai bank devisa, Senin 4 September 2023.
Modal inti Rp 3 triliun sendiri diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Bila modal inti ini tak dipenuhi Bank NTT hingga 2024 maka statusnya akan turun menjadi Bank Pembangunan Rakyat (BPR).
Baca juga : PMI Jadi Potensi Devisa Bank NTT
“KUB itu untuk pemenuhan modal inti minimum,” tukas Japarmen sebelumnya.
Namun menurut dia ada beberapa bank yang telah melobi dan mendiskusikan kerja sama dengan Bank NTT dengan membentuk KUB.
“Tetap kita dorong prosesnya jalan terus dan sudah ada beberapa bank yang sudah melakukan pembicaraan dan sudah berminat,” lanjut dia.
Baca juga : Bank Sampah di Oebufu Sepi Peminat
Josef Nae Soi di akhir jabatannya sebagai Wakil Gubernur NTT saat itu ingin Bank NTT dapat memenuhi target yang ada dengan kekuatan dalam daerah sendiri.
“Bisa saja terjadi bank untuk memenuhi target ada limit dananya, kita bisa ambil dari luar tapi dia yang menjadi pengendali, ini yang kita hindari,” ungkap Josef di Bank NTT kala itu.
Ia meminta kepala daerah di NTT sebagai pemegang saham di Bank NTT untuk turut mendukung dan mengawasi pemenuhan modal inti ini.
Baca juga : Wagub NTT Enggan Nilai Kinerjanya Dengan Viktor Laiskodat
Menurutnya bila untuk memenuhi modal inti itu Bank NTT harus bekerja sama maka bank lainnya akan menjadi pemegang saham di Bank NTT.
“Bank ini merupakan bank kebanggaan kita jadi jangan sampai pindah ke tempat lain oleh sebab itu kita tetap pemegang pengendali,” lanjut dia.
Sebelumnya, Bank NTT bersepakat membentuk KUB dengan Bank DKI di Desa Hameli Ate Kecamatan Kodi Utara Kabupaten Sumba Barat Daya, 20 Desember 2022.
Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho menyebut ini sebagai langkah penguatan modal inti dan terlebih Bank DKI telah membangun jaringan dagang dengan NTT. ****




