Kupang – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, dan masyarakat NTT perlu terus mendorong terwujudnya tambak udang terintegrasi (integrated shrimp farming). Hal itu pernah dijanjikan Presiden Joko Widodo, namun kabarnya semakin tidak jelas. Selain udang, potensi garam dan sorgum yang sudah sering dibahas bersama pemerintah pusat pun nyaris mengalami nasib yang sama.
Ketua DPD Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB) Petrus M Bulu di Kupang, Rabu (11/10/2023), menjelaskan ada sejumlah potensi yang seharusnya bisa diprioritaskan agar bisa terwujud. Apalagi ada beberapa yang sudah dimulai dengan uji coba, seperti garam dan sorgum. Menariknya, semua rencana awal sorgum dan garam itu sudah menghadirkan Jokowi untuk meresmikannya.
Baca : Udang Sumbawa-NTB Batal, Sumba Timur-NTT Bakal Menyusul
“Jangan sampai hanya ramai saat pencanangannya, tetapi tidak ada kelanjutannya. Jika ada kendala, perlu dicarikan solusi bersama,” kata Petrus.
Dikatakan, pemerintah daerah dan masyarakat juga perlu bersinergi dengan sejumlah agenda yang sudah diinisiasi pemerintah pusat. Para investor lokal dan nasional juga harus dilibatkan. “Ada beberapa investor yang sudah hadir dan perlu diberi insentif. Ini perlu diberi apresiasi agar berbagai kendala bisa diatasi,” ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi melakukan penanaman bibit dan meninjau panen sorgum di Kabupaten Sumba Timur, Kamis (02/06/2022). Tindak lanjutnya dipimpin oleh Moeldoko selaku Kepala Staf Presiden (KSP), namun hanya sekali panen dan belum ada kelanjutannya.
Soal udang, Jokowi menyebutkan desain tambak udang di Sumba Timur sudah dirancang dan akan menyerap 5.000 tenaga kerja.
Baca : Moeldoko Tertantang Kembangkan Tanaman Sorgum Seluas 400 Hektare di Waingapu
“Sebentar lagi kita akan mulai lagi 1.800 hektare di Waingapu, NTT. Ini desain perencanaan sudah selesai,” kata Jokowi, Kamis (9/3/2023), saat meresmikan tambak budi daya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah (Jateng).
Dia mengatakan, tambak budi daya udang di Waingapu rencananya akan mencontoh yang sudah ada di Kebumen. “Ini di-copy dibuat di sana (Waingapu, Red). Kita harapkan itu akan menjadi sebuah kawasan yang terintegrasi, ada tambak udangnya, ada industri pakannya, ada industri untuk turunan dari udang-udang yang dipanen,” paparnya.
Pengembangan udang di Sumba Timur direncanakan di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sudah mengunjungi kawasan tersebut pada Minggu (22/1/2023) lalu. Pembangunan tambak udang modern di wilayah tersebut untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat dan serta menghadirkan distribusi ekonomi di wilayah timur Indonesia.
Informasi yang diperoleh KatongNTT.com menyebutkan menyebutkan ada kendala pendanaan sehingga rencana udang di Sumba Timur itu terancam batal. Sejauh ini belum ada penjelasan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Demikian juga Penjabat Gubernur NTT Ayodhia G.L. Kalake juga belum pernah menjelaskan kelanjutan program udang di Sumba Timur tersebut. Dalam beberapa kesempatan, hanya diungkapkan potensi perikanan NTT yang belum digarap optimal. [Anto]




