Waingapu – Pengembangan budidaya udang terintegrasi (integrated shrimp farming) di Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan batal. Banyak kendala yang menghambat rencana Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) sejak tahun 2022 itu.
Informasi yang dihimpun KatongNTT.com menyebutkan rancangan investasi untuk udang di Sumbawa itu mencapai Rp 2,25 triliun. Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dan Pemkab Sumbawa pun sudah menyiapkan lahan sekitar 500 hektare (ha).
Baca : Malaysia dan Singapura Lirik NTB, Minat Investor Udang ke NTT Masih Minim
Setelah kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono bersama jajaran eselon I KKP pada Maret 2022 lalu hingga Mei 2023, tidak ada perkembangan berarti.
Sebuah video yang beredar di media sosial, Senin (11/9/2023), menyebutkan anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menagih realisasi program tersebut kepada KKP.
“Saat peresmian tahun lalu kami hanya diundang hadir, tapi setelah itu tidak ada realisasinya. Sekarang masyarakat menagih kepada kami, jadi mohon Pak Menteri (Sakti Wahyu Trenggono, Red) juga memahaminya,” tegas Johan.
Baca : Minta Tambah APBN, Tambak Udang Sumba Timur yang Disinggung Jokowi Tersendat?
Sebelumnya, Johan berharap tambak udang modern itu dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menjadi andalan bagi kemajuan daerah di Sumbawa. Apalagi, potensi ekspor udang di NTB mencapai 180 ribu ton seperti yang terlihat pada tahun 2022 lalu.
Secara terpisah, rencana pengembangan udang terintegrasi di Desa Palakahembi, Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTB) juga dikhawatirkan tersendat.
Informasi yang diperoleh KatongNTT.com menyebutkan ada kendala pendanaan sehingga program yang di atas lahan 1.800 ha terancam batal. Proyek udang yang bakal melibatkan 5.000 tenaga kerja itu dirancang dalam tiga zona. Adapun tiga zona tersebut adalah zona hulu terdiri yang terdiri dari hatchery dan pabrik pakan, kemudian zona on farm untuk produksi, lalu zona hilir yang mendukung proses pengolahan.
Baca : Lahan dan Dana Pinjaman Jadi Kendala Investasi Udang NTB, NTT Perlu Lebih Siap
Belum lama ini, KatongNTT.com juga mendapat kabar dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT bahwa pihaknya tidak dilibatkan dalam rancangan program tersebut.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyinggung bahwa proyek udang Sumba Timur segera dimulai. Hal itu disampaikannya saat meresmikan tambak budi daya udang berbasis kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah (Jateng).
“Sebentar lagi kita akan mulai lagi 1.800 hektare di Waingapu, NTT. Ini desain perencanaan sudah selesai,” kata Jokowi di Kebumen, Kamis (9/3/2023).
Dia mengatakan, tambak budi daya udang di Waingapu rencananya akan mencontoh yang sudah ada di Kebumen. “Ini di-copy dibuat di sana (Waingapu, Red). Kita harapkan itu akan menjadi sebuah kawasan yang terintegrasi, ada tambak udangnya, ada industri pakannya, ada industri untuk turunan dari udang-udang yang dipanen,” paparnya.
Baca : BUBK Kebumen Raih Penghargaan, Tambak Udang Sumba Timur Makin Kabur
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono pun sudah mengunjungi kawasan tersebut pada Minggu (22/1/2023) lalu. Bahkan, dikabarkan sejumlah calon investor dari China, Taiwan, Inggris, dan Belanda pun sudah berminat. Namun, sampai saat ini belum ada kabar terkait kelanjutan investasi udang tersebut. [Anto]




