Jakarta – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Nusa Tenggara Timur (NTT) mempelajari pelaksanaan layanan publik Kanwil Kemenag DKI Jakarta. Studi tiru selama dua hari itu mengunjungi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kemenag DKI DKI Jakarta dan Mal Pelayanan Publik (MPP) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta.
Keterangan dari laman resmi Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Jumat (13/10/2023) menyebutkan jajaran Kemenag NTT itu dari Tim Efektif Implementasi Rancangan Proyek Perubahan Strategi Penguatan Pelayanan Publik.
H Ibrahim Arif yang mewakili Kanwil Kemenag NTT mengatakan studi tiru dilakukan untuk mengoptimalkan layanan publik dan juga program jangka panjang mendorong Pemprov NTT membuat MPP.
Baca : Menembus Sekat Beragama pada Pesparani di NTT
“Harapan kami Kanwil Kemenag Provinsi NTT bisa menjadi pionir adanya mal pelayanan publik seperti yang dicita-citakan Kakanwil Kemenag NTT, Bapak Reginaldus Saverinus Sely Serang,” jelas Ibrahim Arif kepada Tim Humas Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
Tim efektif dari Kanwil Kemenag NTT diterima Kabag TU Pemprov DKI Jakarta, Ki Agus, Tim IT dan jajaran MPP di aula pertemuan bersama penanggung jawab layanan publik Kemenag DKI Jakarta di MPP, Indra.
Ki Agus menjelaskan Pemprov DKI sangat mendukung program layanan dari Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta. Adapun layanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat, seperti pendaftaran haji reguler dan haji plus, pendaftaran nikah, dan sertifikasi halal.
“Semua layanan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Pemprov DKI memberikan fasilitas demi meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat di wilayah DKI dari semua instansi,” tutur Ki Agus.
Dijelaskan, layanan di MPP diberikan selama lima hari kerja mulai dari jam 10.00 sampai jam 16.00 WIB. Petugas layanan publik Kanwil Kemenag DKI Jakarta yang berada di MPP, dibekali dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan layanan sesuai standar. [Anto]




