Kupang – Pulau Timor telah dilanda 62 gempa bumi sepanjang periode 27 Oktober hingga 9 November, atau selama dua pekan terakhir ini.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat periode 27 Oktober – 2 November 2023 terjadi 35 gempa di Pulau Timor, ditambah 27 gempa di periode 3 – 9 November 2023.
Pada tanggal 27 Oktober – 2 November 2023, totalnya ada 85 gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan 2 gempa bumi yang terasa. Kejadian terbanyak di wilayah Pulau Timor yakni 35 gempa.
Baca juga : Ayodhia Klarifikasi Lagi Investasi Smelter Mangan di Pulau Timor
Sepanjang minggu tersebut pun gempa yang mendominasi adalah 77 gempa berkekuatan kecil atau di bawah 4,0 magnitudo dan 74 gempa berkedalaman dangkal atau di bawah 60 kilometer (km).
Paling banyak gempa terjadi di laut dengan 52 kejadian atau 61.9 persen dan 38.1 persen terjadi di darat atau dengan 32 kejadian. Sedangkan hari terbanyak terjadinya gempa bumi ini yaitu di 2 November yang mencapai 21 kejadian.
Baca juga : 2 Gempa Besar Landa Kupang Akibat Patahan Yang Sama
Lalu pada 3 – 9 November 2023 ada 73 gempa bumi dan paling banyak juga terjadi di wilayah Pulau Timor yaitu 27 gempa.
73 gempa bumi ini didominasi oleh 70 gempa berkekuatan kecil dan 56 gempa berkedalaman dangkal. Seluruhnya paling banyak terjadi di laut dengan 44 kejadian dan 29 gempa terjadi di darat. Hari terbanyak terjadinya gempa pada pekan tersebut yaitu di 5 November yang mencapai 19 kejadian.
Pada Oktober lalu pun Pulau Timor sering dilanda gempa terutama di periode 13 – 19 Oktober 2023 dengan 23 kejadian. Gempa yang terjadi rata-rata berkekuatan kecil dan dangkal.
Baca juga : 20 Perempuan Terdampak, Ada 7 Gempa Susulan Landa Kupang
Berbeda dengan periode 22 – 28 September 2023. Pada minggu tersebut gempa bumi paling banyak terjadi di sekitar Pulau Flores yakni 28 kejadian dari total 56 gempa selama sepekan itu.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Margiono, sebelumnya mencatat gempa yang cukup kuat terjadi di 2 November dengan kekuatan 6,3 magnitudo dan 5,4 magnitudo pada 12 November.
Ia menyebut 2 gempa yang dirasa oleh warga ini pusatnya ialah di Kabupaten Kupang. Gempa pada 2 November itu dipicu sesar aktif dan gempa pada 12 November dipicu deformasi batuan yang diduga akibat gempa tanggal 2 lalu.
Baca juga : 30 Rumah di Amarasi Rusak Akibat Gempa 6,6 Magnitudo
“Di daerah tersebut merupakan daerah rawan gempa dengan dua kali gempa ini maka masyarakat diminta jangan panik dan tetap waspada, artinya bila terjadi guncangan maka harus tahu menyelamatkan diri kemana,” tukasnya.
Bila dibandingkan pada November 2022, pada saat itu terjadi 264 gempa bumi di seluruh NTT yang umumnya berkekuatan kecil. Sebagian besar wilayah yang mengalami gempa ini yaitu di sekitar Pulau Sumba dan sekitarnya. ****




