• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Bahasa Indonesia Jadi Bahasa Resmi UNESCO, Diajarkan di 355 Lembaga Pendidikan Dunia

Rita Hasugian by Rita Hasugian
2 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Dalam Konferensi Umum UNESCO pada 20 November 2023 di Paris, Prancis, menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi UNESCO. (Dok. Kemenlu)

Dalam Konferensi Umum UNESCO pada 20 November 2023 di Paris, Prancis, menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi UNESCO. (Dok. Kemenlu)

0
SHARES
49
VIEWS

Kupang – UNESCO menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi organisasi pendidikan dan kebudayaan PBB tersebut.

Dalam Konferensi Umum ke 42 pada 20 November 2023 di Paris, Prancis, UNESCO mengeluarkan penetapan itu. Penetapan ini terjadi kurang dari setahun sejak diajukan resmi oleh Pemerintah Indonesia.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Dengan begitu, Bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ke 10 di UNESCO setelah Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, Italia, Portugis, Arab, Mandarin, dan Hindi.

Baca juga: Kisah Ana Paji Pakai Bahasa Ibu Didik Siswa di Pedalaman Sumba

Duta Besar Mohamad Oemar sebagai Delegasi Tetap RI untuk UNESCO mengatakan, bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa sejak masa sebelum kemerdekaan.  Dalam Sumpah Pemuda 1928 penggunaan bahasa Indonesia sudah dinyatakan.

“Dengan perannya sebagai penghubung antar etnis yang beragam di Indonesia, Bahasa Indonesia dengan lebih dari 275 juta penutur, juga telah melanglang dunia dengan masuknya kurikulum Bahasa Indonesia di 52 negara di dunia. Setidaknya 150 ribu penutur asing saat ini,” kata Duta Besar Oemar seperti dikutip dari pernyataan pers Kominfo.

Duta Besar Oemar menjelaskan, upaya meningkatkan kesadaran terhadap Bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya global Indonesia untuk mengembangkan konektivitas antarbangsa. Selain itu memperkuat kerja sama dengan UNESCO dan bagian dari komitmen Indonesia terhadap pengembangan budaya di level internasional.

Bahasa Indonesia diusulkan sebagai bahasa resmi UNESCO berawal dari diskusi Duta Besar RI untuk Prancis dan Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO pada Januari 2023. Informasi ini terdapat di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Baca juga: Unesco Tetapkan Tiga Arsip Dokumenter Indonesia Jadi Ingatan Kolektif Dunia

Pada 29 Maret 2023, Kementerian Luar Negeri bersurat ke Kedutaan Besar RI dan Perwakilan Tetap RI untuk UNESCO di Paris untuk menyampaikan proposal nominasi Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Proposal kemudian diteruskan ke Sekretariat UNESCO untuk masuk agenda Sidang Dewan Eksekutif UNESCO pada Mei 2023.

Sidang Dewan Eksekutif UNESCO pada 10-24 Mei 2023 menyetujui untuk memasukkan proposal Pemerintah Indonesia dalam  Sidang Umum sesi 42 pada 7-22 November 2023.

355 Lembaga Pendidikan di dunia Mengajarkan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia telah diminati masyarakat internasional. Berdasarkan laporan Antara News pada 2019, sudah 355 lembaga pendidikan di dunia mengajarkan Bahasa Indonesia. Bahkan masuk dalam program studi.

Lembaga pendidikan di Cina dan Korea memilki perhatian tinggi terhadap Bahasa Indonesia. Begitu juga di Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.

“Perhatian dunia terhadap bahasa indonesia itu patut dibanggakan karena bahasa persatuan ke depan bisa mensejajarkan diri dengan bahasa internasional lain. Seperti bahasa Inggris maupun Bahasa Mandarin,” kata Hurip Danu Ismadi,Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud. (Ayunda).

Tags: #BahasaIndonesia#Kementerianluarnegeri#Unesco
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati