• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, April 26, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Tangis Bocah SD Amarasi Ungkap Bejatnya Guru Pedofil

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak, Pilihan Editor
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tukang Las Perkosa 5 Bocah di Larantuka
0
SHARES
235
VIEWS

Kupang – Bocah 10 tahun itu menangis sejadi-jadinya, hatinya tak tahan lagi, luka yang ia pendam dilampiaskannya dengan air mata di hadapan sang ibu.

A, bocah perempuan itu adalah murid di salah satu SD di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

JFM, si guru bejat menodainya Oktober lalu. Pria 59 tahun itu memaksa murid kelas IV ini untuk menuruti nafsunya di dalam sebuah kelas.

Baca juga : Aparat Desa Bantu Kabur Pemerkosa Anak di Amarasi Timur

Bayang-bayang perbuatan tidak pantas guru lansia itu kemudian menjadi tekanan bagi A. Sikap dan mentalnya memburuk. Ia tampak ketakutan setiap saat dan enggan bicara. Kian hari kian memperihatinkan

YM, ibu A, tak tahan melihat kondisi putrinya dan terpaksa membujuk A untuk jujur. Ia juga menduga-duga apa yang telah dialami anaknya. YM memaksa putrinya mengatakan apa yang sudah menimpanya di sekolah.

Saat itu juga A buka suara dan memelas, tangisnya pecah dengan hebat, ia menceritakan bagaimana perbuatan guru pedofil itu di sekolah.

Baca juga : LBH APIK NTT Usul Rumah Ibadah dan Sekolah Ramah Anak

YM yang mendengar cerita putrinya itu pun segera bereaksi. Ia mendatangi sekolah dan mendapati JFM. Pria tua itu gagu tak mau menjawab saat dimintai pengakuan.

Tak puas dengan sikap JFM, YM pun membeberkan perbuatan buruk guru pedofil itu ke seluruh sekolah.

Perbuatan biadab JFM menjadi buah bibir. Sedihnya, dua siswi lain pun muncul dan mengaku pernah diperlakukan tak ubahnya A oleh si pedofil ini.

Dua siswi lain yang menjadi korban wali kelas bermoral buruk itu adalah D yang berusia 10 tahun dan R berusia 9 tahun. Mereka siswi kelas IV dan V SD.

Baca juga : Tukang Las Perkosa 5 Bocah di Larantuka

YM kemudian mendatangi Polres Kupang melapor kejadian tersebut hingga tadi malam sudah dilakukan pemeriksaan terhadap para korban di ruang unit PPA Satreskrim Polres Kupang.

Laporan ini masuk pada 23 November 2023 di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kupang.

Pengaduan ketiga siswi tersebut juga didampingi Sri Astuti l. Ngongo dari Yayasan Putri Zaitun Timur, Kota Kupang serta pendamping desa dan Rumah Harapan Kota Kupang.

Baca juga : Aparat Desa Bantu Kabur Pemerkosa Anak di Amarasi Timur

Kapolres Kupang AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata membenarkan laporan itu dan pihaknya melalui penyidik PPA Polres Kupang akan sesegera mungkin memproses kasus ini.

“Benar, laporannya telah kami terima dan melalui unit PPA Polres Kupang akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut laporan tersebut,” ujar mantan Kapolres Sumba Barat ini. ***

Tags: #Amarasi#gurucabulimurid#GuruPedofil#KasusPerkosaandiNTT#Pedofil#pencabulandiAmarasi#PerkosaandiAmarasi
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati