• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Aktivitas Bahaya Ile Lewotolok, 3 Desa Waspada Guguran Lava

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Aktivitas Bahaya Ile Lewotolok, 3 Desa Waspada Guguran Lava

Letusan Gunung Ile Lewotolok dini hari 27 Februari 2024. (Dok. MAGMA Indonesia)

0
SHARES
26
VIEWS

Kupang – Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, naik status dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga). Naiknya status bahaya sejak 27 Februari 2024 pukul 10:00 WITA ini membuat 3 desa di sana waspada adanya guguran awan panas.

Keputusan ini diambil karena adanya peningkatan aktivitas 16 – 26 Februari 2024 dengan tinggi kolom erupsi dan asap yang meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu ada kemunculan aliran lava baru pada 15 Februari lalu pada arah selatan dan tenggara. Aliran ini yang pada tanggal 23 Februari sudah mencapai jarak kilometer (km) ke arah tenggara dan 600 meter ke arah selatan.

BacaJuga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026
Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026

Baca juga : Gunung Lewotobi Membara, Pengungsi Malah Kembali ke Rumah 

Hasil pantauan pada 26 Februari kemarin pun menunjukkan jarak aliran ke arah tenggara telah mencapai sekitar 2 km.

“Laju aliran lava yang cukup cepat, khususnya ke arah tenggara juga disebabkan morfologi lereng tenggara yang lebih curam,” kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan, 27 Februari ini.

Ada letusan eksplosif yang masih berlangsung, kata Hendra, yang dapat menjangkau 500 meter keluar dari kawah. Jumlah gempa meningkat, terutama gempa-gempa yang berasosiasi dengan aktivitas permukaan.

Baca juga : Gempa Malaka Magnitudo 5,2 Akibat Struktur Sesar Naik

Untuk itu diimbau bagi masyarakat maupun pengunjung atau pendaki dan wisatawan agar tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas gunung ini.

“Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak atau kawah Ile Lewotolok,” imbau Hendra.

Begitu pun pengunjung atau pendaki maupun wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todonara untuk tidak memasuki area gunung.

Baca juga : Sekda Flotim Heran Ada Pengungsi Lewotobi Nekat Pulang

Masyarakat dilarang beraktivitas dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 4 km dari pusat aktivitas gunung ini. Patut juga mewaspadai potensi ancaman bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas dari bagian selatan dan tenggara kawah.

“Masyarakat Desa Jontona juga agar diungsikan ke daerah yang lebih aman,” tukasnya lagi.

Masyarakat juga diimbau lagi untuk dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. ***

Tags: #GunungIleLewotolok#IleLewotolok#PVMBG#WaspadaIleLewotolok
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati