Kupang – Data pengungsi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki berkurang dan diketahui beberapa dari mereka kembali ke rumah. Hal tersebut pun ditanggapi Sekretaris Daerah (Sekda) Flores Timur (Flotim), Petrus Pedo Maran.
Petrus selaku Komandan Posko Penanganan Darurat Bencana Flores Timur menegaskan warga tidak diperbolehkan pulang terutama di jalur merah atau kawasan rawan bencana.
Baca juga : Bawaslu RI Wanti-wanti Malaka dan Alor Rawan Konflik SARA
Namun identifikasi Pos Data dan Informasi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Posko Wulanggitang diketahui 37 pengungsi di SDI Boru sudah kembali ke rumah mereka di Desa Hokeng Jaya.
Begitu pun warga Desa Riang Rita yang dievakuasi ke Posko Konga per 16 Januari 2024 pukul 06.00 WITA sebanyak 1.951 jiwa namun berkurang menjadi 1.665 jiwa pukul 18.00 WITA.
Jumlah pengungsi yang awalnya 6.568 jiwa per Minggu 14 Januari pun menjadi 6.489 jiwa per Senin 15 Januari. Jumlah pengungsi ini kembali turun pada Selasa 16 Januari menjadi 6.179 jiwa.
Baca juga : Korban Erupsi Lewotobi Capai 7.015 Jiwa Versi Data ASEAN
“Itu jalur merah semua. Itu barangkali ada penyesuaian lokasi tempat dari posko tenda ke penampungan keluarga itu, mungkin. Untuk kembali ke rumah di jalur rumah itu tentu tidak,” tanggap Petrus.
Menurutnya Desa Hokeng Jaya termasuk jalur merah sehingga mengherankan baginya bila ada laporan masyarakat kembali ke rumah.
“Mungkin asalnya memang dari Hokeng Jaya. Saya perkirakan dari posko itu mereka ke rumah keluarga di desa lain. Untuk kembali ke rumah tidak ada tapi kita cek dulu,” kata dia.
Baca juga: Gemuruh Gunung Lewotobi, Pengungsi Yang Trauma dan Mulai Sakit
Saat ini tujuh desa sudah dikosongkan, kata Petrus, dan arah lahar panas tidak bisa diprediksi sehingga pihaknya mengikuti rekomendasi dari otoritas terkait bila ada pengosongan desa lagi.
“Kami selaku posko pendamping berdasarkan informasi dari mereka. Kami juga sangat tergantung dengan data dari mereka,” lanjut dia.
Baca juga : Gizi dan Pendidikan Anak Pengungsi Lewotobi Jadi Sorotan
Saat erupsi 1 Januari 2024 lalu pun banyak warga yang juga mengungsi ke Kabupaten Sikka. Pihaknya juga sudah berkonsolidasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka.
“Itu evakuasi mandiri di hari pertama dan sudah ada penanganan bersama juga untuk layanan pendidikan bagi anak-anak kita di sana,” jelasnya. ***




