Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya Bibit Siklon Tropis 94S yang tumbuh di Laut Timor bagian selatan.
Informasi ini dikeluarkan BMKG melalui platform resminya, @infobmkg berdasarkan pemantauan pukul 07.00 WITA, Rabu 13 Maret 2024.
Bibit Siklon Tropis 94S yang terpantau di bagian selatan Laut Timor atau tenggara Nusa Tenggara Timur (NTT) ini berkategori rendah untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam mendatang.
Baca juga : Bibit 98S Tak Seperti Badai Seroja, 6 Daerah di NTT Status Siaga
Bibit siklon tersebut sementara bergerak ke arah timur menjauhi NTT atau menuju wilayah laut Australia. Kecepatan anginnya maksimum 15 sampai 20 knots dengan tekanan udara minimum 1000 hPa.
Selain di Laut Timor, ada dua bibit siklon lainnya terpantau tumbuh di sekitar perairan Indonesia. Bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudra Hindia bagian tenggara dan Bibit Siklon Tropis 93P terpantau di Teluk Carpentaria bagian timur laut, Australia Utara, tenggara Papua.
Prediksi Potensi Bibit Siklon 91S untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori sedang hingga tinggi.
Sedangkan Bibit Siklon Tropis 93P untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan pada kategori rendah.
Baca juga : NTT Waspada Dampak Siklon Tropis Ilsa di Australia, Gelombang Laut Setinggi 4 Meter
Kondisi ini sebelumnya membuat Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem di NTT periode 13 – 18 Maret 2024.
Wilayah NTT berpotensi hujan sedang – lebat hingga ekstrem yang disertai petir dan angin kencang.
Bencana hidrometeorologi ini seperti hujan sedang lebat hingga ekstrem disertai petir dan angin kencang. Bencana ini dapat terjadi di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kupang, Kota Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Baca juga : Cuaca Ekstrem di NTT, Perahu Tenggelam Hingga Ferry Batal Berlayar
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot’ek, menghimbau pemerintah daerah, masyarakat dan Instansi terkait agar waspada terhadap kondisi ini sepekan ke depan.
“Diharapkan masyarakat tidak panik dan mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti pohon tumbang, jalanan licin, rusaknya atap bangunan dan fasilitas umum lainnya, banjir, banjir bandang, tanah longsor dan sambaran petir,” jelasnya. ***




