• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Desember 5, 2025
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Cuaca Ekstrem di NTT, Perahu Tenggelam Hingga Ferry Batal Berlayar

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Cuaca Ekstrem di NTT, Perahu Tenggelam Hingga Ferry Batal Berlayar
0
SHARES
111
VIEWS

Kupang – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang membatalkan pelayaran akibat cuaca ekstrem. Kondisi laut yang buruk ini sebelumnya juga telah menenggelamkan perahu nelayan yang nekat berlayar.

ASDP Kupang secara resmi mengumumkan pembatalan pelayaran Senin 11 Maret 2024 ini. Lintasan yang dibatalkan ialah KMP Cakalang II tujuan Kupang – Rote; KMP Ranaka tujuan Kupang – Aimere – Waingapu; dan KMP Inerie tujuan Kupang – Sabu.

BacaJuga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

12 September 2025
Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

11 September 2025

Jadwal pelayaran pada Senin 11 Maret yang masih beroperasi adalah Kewapante – Marapokot dengan KMP Ile Ape; Kalabahi – Baranusa – Larantuka – Lewoleba dengan KMP Ile Mandiri; dan Larantuka – Kupang dengan KMP Ile Labalekan.

Baca juga : NTT Waspada Bencana Akibat Cuaca Ekstrem Selama Sepekan

“Sementara dibatalkan sesuai imbauan BMKG karena cuaca buruk,” jelas Manager Operasional ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Andre Matte, membenarkan informasi tersebut.

Sementara di Minggu 10 Maret 2024 kemarin satu perahu kayu nelayan terbalik di perairan antara Pelabuhan Perikanan (PPI) Oeba dan Pulau Kera.

Dalam keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kupang diketahui ada 36 orang yang mengalami kejadian tersebut.

Baca juga : Cuaca Buruk, Kapal Pinisi di Labuan Bajo Patah Kemudi

Pada titik kecelakaan ini kondisinya gelombang tinggi 1,25 meter, dengan hujan sedang dan arah angin barat daya berkecepatan 6 – 20 knots.

Kapal ini semula berangkat pukul 16.15 WITA  dari PPI Oeba Kota Kupang mengantarkan 20 orang yang hendak berlibur di Pulau Kera. Namun di tengah pelayaran kapal mereka diterpa angin dan gelombang tinggi sampai terbalik.

Basarnas Kupang bergerak pada 17.09 WITA setelah mendapatkan laporan tersebut dan mengerahkan 1 unit perahu apung atau Rigid Bouyancy Boat (RBB), 1 unit mobil penyelemat dan truck personil, 1 unit perahu karet, 1 perahu nelayan serta peralatan pendukung lainnya.

Baca juga : Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak Perahu Nelayan dan Kafe di Kota Kupang, Kerugian Capai Ratusan Juta

Evakuasi dilakukan pukul 17.15 WITA. Ada 11 orang yang diselamatkan ke kapal nelayan ke PPI Oeba di pukul 17.45 WITA. Kemudian 16 orang lagi dievakuasi ke Pulau Kera pukul 18.20 WITA. Sementara korban lainnya dievakuasi menggunakan RBB ke Pelabuhan Navigasi Kupang pukul 18.35 WITA. Semua korban telah kembali ke keluarga mereka dalam keadaan selamat.

Para penumpang yang mengalami peristiwa nahas ini pun terdiri dari anak-anak atau masih di bawah 17 tahun. Mereka berjumlah 13 orang dengan rata-rata usia 9 sampai 15 tahun.

BMKG sebelumnya sudah mengumumkan agar semua masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan cuaca ekstrem dari 8 hingga 14 Maret 2024.

Cuaca ekstrem ini diakibatkan periode musim hujan di NTT yang dihadapkan lagi dengan pusaran angin masuk (sirkulasi siklonik) di bagian barat daya Australia.

Baca juga : Nelayan Rote Tak Kapok ke Australia, Ada Sponsor Cukong

Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 12 hingga 14 Maret 2024 di wilayah perairan NTT.

Imbauan untuk waspada gelombang laut dengan ketinggian 1.25 sampai 2.5 meter terjadi di Perairan utara Flores, Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu bagian utara, Selat Flores – Lamakera, Selat Alor – Pantar, Selat Ombai, dan Selat Wetar.

Baca juga : Gugatan Kerusakan Lingkungan Laut Timor Terus Disiapkan

Gelombang 1.25 sampai 2.5 meter ini yang beresiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang.

Sementara gelombang 2.5 sampai 4.0 meter beresiko tinggi terhadap kapal ferry yaitu di Laut Sawu bagian selatan, Samudera Hindia selatan Sumba – Sabu, perairan Kupang – Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang – Rote. ***

Tags: #basarnaskupang#BMKGNTT#cuacaekstremNTT#gelombangtinggiNTT#kapaltenggelam#SiklonikAustralia
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erasmus Frans Mandato dijerat pasal 28 ayat 3 UU ITE tentang berita bohong atas kritikannya yang diposting di akun FB miliknya tentang penutupan akses jalan desa menuju pantai Bo'a di Rote Barat oleh PT Bo'a Development yang menidirikan hotel Nihi Rote. Pemda Rote tidak mempersoalkan penutupa jalan yang dibangun menggunakan APBD. (Goodkind.id)

Erasmus Dijerat UU ITE Lantaran Kritik Jalan ke Pantai Bo’a Rote Ditutup

by Rita Hasugian
12 September 2025
0

 Kupang –  Erasmus Frans Mandato menuangkan kritikan terhadap Pemerintah Daerah Rote Ndao dan PT Bo’a Development terhadap penutupan akses jalan...

Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, pengurus Koalisi Kopi wilayah Nagekeo, NTT.

Upaya Mengungkap Sebab Kematian Vian Ruma, Guru juga Aktivis Lingkungan

by Rita Hasugian
11 September 2025
0

Kupang –  Penyebab kematian Rudolfus Oktavianus Ruma atau disapa Vian Ruma, seorang guru dan pengurus Koalisi Kelompok Orang Muda untuk...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati