Kupang – PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang membatalkan pelayaran akibat cuaca ekstrem. Kondisi laut yang buruk ini sebelumnya juga telah menenggelamkan perahu nelayan yang nekat berlayar.
ASDP Kupang secara resmi mengumumkan pembatalan pelayaran Senin 11 Maret 2024 ini. Lintasan yang dibatalkan ialah KMP Cakalang II tujuan Kupang – Rote; KMP Ranaka tujuan Kupang – Aimere – Waingapu; dan KMP Inerie tujuan Kupang – Sabu.
Jadwal pelayaran pada Senin 11 Maret yang masih beroperasi adalah Kewapante – Marapokot dengan KMP Ile Ape; Kalabahi – Baranusa – Larantuka – Lewoleba dengan KMP Ile Mandiri; dan Larantuka – Kupang dengan KMP Ile Labalekan.
Baca juga : NTT Waspada Bencana Akibat Cuaca Ekstrem Selama Sepekan
“Sementara dibatalkan sesuai imbauan BMKG karena cuaca buruk,” jelas Manager Operasional ASDP Indonesia Ferry Cabang Kupang, Andre Matte, membenarkan informasi tersebut.
Sementara di Minggu 10 Maret 2024 kemarin satu perahu kayu nelayan terbalik di perairan antara Pelabuhan Perikanan (PPI) Oeba dan Pulau Kera.
Dalam keterangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Kupang diketahui ada 36 orang yang mengalami kejadian tersebut.
Baca juga : Cuaca Buruk, Kapal Pinisi di Labuan Bajo Patah Kemudi
Pada titik kecelakaan ini kondisinya gelombang tinggi 1,25 meter, dengan hujan sedang dan arah angin barat daya berkecepatan 6 – 20 knots.
Kapal ini semula berangkat pukul 16.15 WITA dari PPI Oeba Kota Kupang mengantarkan 20 orang yang hendak berlibur di Pulau Kera. Namun di tengah pelayaran kapal mereka diterpa angin dan gelombang tinggi sampai terbalik.
Basarnas Kupang bergerak pada 17.09 WITA setelah mendapatkan laporan tersebut dan mengerahkan 1 unit perahu apung atau Rigid Bouyancy Boat (RBB), 1 unit mobil penyelemat dan truck personil, 1 unit perahu karet, 1 perahu nelayan serta peralatan pendukung lainnya.
Baca juga : Gelombang Setinggi 4 Meter Rusak Perahu Nelayan dan Kafe di Kota Kupang, Kerugian Capai Ratusan Juta
Evakuasi dilakukan pukul 17.15 WITA. Ada 11 orang yang diselamatkan ke kapal nelayan ke PPI Oeba di pukul 17.45 WITA. Kemudian 16 orang lagi dievakuasi ke Pulau Kera pukul 18.20 WITA. Sementara korban lainnya dievakuasi menggunakan RBB ke Pelabuhan Navigasi Kupang pukul 18.35 WITA. Semua korban telah kembali ke keluarga mereka dalam keadaan selamat.
Para penumpang yang mengalami peristiwa nahas ini pun terdiri dari anak-anak atau masih di bawah 17 tahun. Mereka berjumlah 13 orang dengan rata-rata usia 9 sampai 15 tahun.
BMKG sebelumnya sudah mengumumkan agar semua masyarakat meningkatkan kewaspadaan akan cuaca ekstrem dari 8 hingga 14 Maret 2024.
Cuaca ekstrem ini diakibatkan periode musim hujan di NTT yang dihadapkan lagi dengan pusaran angin masuk (sirkulasi siklonik) di bagian barat daya Australia.
Baca juga : Nelayan Rote Tak Kapok ke Australia, Ada Sponsor Cukong
Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang juga mengeluarkan peringatan gelombang tinggi 12 hingga 14 Maret 2024 di wilayah perairan NTT.
Imbauan untuk waspada gelombang laut dengan ketinggian 1.25 sampai 2.5 meter terjadi di Perairan utara Flores, Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu bagian utara, Selat Flores – Lamakera, Selat Alor – Pantar, Selat Ombai, dan Selat Wetar.
Baca juga : Gugatan Kerusakan Lingkungan Laut Timor Terus Disiapkan
Gelombang 1.25 sampai 2.5 meter ini yang beresiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang.
Sementara gelombang 2.5 sampai 4.0 meter beresiko tinggi terhadap kapal ferry yaitu di Laut Sawu bagian selatan, Samudera Hindia selatan Sumba – Sabu, perairan Kupang – Rote, dan Samudera Hindia selatan Kupang – Rote. ***




