• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, Mei 15, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Perempuan dan Anak

Jembatan Tak Diperbaiki, Wanita di Kupang Terjang Banjir Untuk Bersalin

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Perempuan dan Anak, Pilihan Editor
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Jembatan Tak Diperbaiki, Wanita di Kupang Terjang Banjir Untuk Bersalin
0
SHARES
89
VIEWS

Kupang – Aplonia Mona yang hendak melahirkan terpaksa menerjang banjir di Sungai Batu Merah akibat putusnya Jembatan Nunpisa yang tak kunjung diperbaiki. Ia pun dievakuasi saat cuaca ekstrem.

Wanita asal Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang ini semula diantar dengan sebuah mobil pikap dan tiba di tepi bantaran sungai, Rabu 13 Maret 2024.

BacaJuga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

10 Maret 2026

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

19 Februari 2026

Keluarganya dan warga sekitar berharap tibanya bantuan petugas dari seberang karena arus sungai yang sangat deras.

Baca juga: Hamil 2 Bulan, PMI NTT Ditelantarkan Perusahaan Hingga Tewas 

Para petugas TNI, BPBD, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta warga lainnya pun menggotong sebuah perahu karet milik BPBD Kabupaten Kupang. Perahu ini diikat dan talinya diulurkan oleh petugas lainnya dari tepi sungai. Cara ini dilakukan sebagai antisipasi agar perahu itu tak diseret arus.

Dengan hati-hati mereka melewati sungai hingga tiba di sisi Aplonia. Ia segera dipindahkan dari mobil terbuka itu ke perahu karet. Aplonia tidur di dalamnya. Ia diberikan bantal dan selimut.

Kemudian sekitar 16 pria memegang erat perahu itu dan membelah arus sungai lagi. Beberapa pria dari seberangnya pun menarik tali yang sudah tersambung ke perahu. Tali tersebut mereka lingkarkan ke sebuah pohon dekat bibir sungai.

Baca juga : Jembatan Putus, Truk Logistik Pemilu ke Amfoang Terobos Sungai

Upaya evakuasi ini berlangsung beberapa saat hingga rampung pukul 12.03 WITA. Akhirnya wanita itu dipindahkan ke ambulans yang membawanya ke Kota Kupang.

Aplonia dirujuk dari Puskesmas Pariti, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang ke Rumah Sakit Dedari, Kota Kupang. Jembatan Nunpisa yang tak kunjung diperbaiki membuatnya terpaksa menerobos derasnya sungai.

Menurut Kapala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Kupang Semmy Tinenty, Jembatan Nunpisa di Desa Oelatimo tak kunjung diperbaiki pasca ambruk Desember 2023 lalu saat cuaca buruk.

Baca juga : Jembatan Noebunu di TTS Rusak Berat Bertahun-tahun, Siapa Peduli?

Rusaknya jembatan ini menyebabkan akses transportasi dari Kecamatan Sulamu menuju Kupang terputus.

“Jembatan Nunpisa yang menghubungkan Desa Nunkurus dan Oelatimo putus. Warga yang datang dari Kupang ke arah wilayah Kecamatan Sulamu, Fatuleu Barat, dan Amfoang tidak bisa melintas,” jelasnya. ***

Tags: #BanjirdiKupang#JembatanNunpisaPutus#JembatanPutus#wanitahamilterjangsungai
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Para peserta Diskusi Komunitas Breaking Barries, Building Feature #KickOutGBV# berfoto bersama dilatari bola untuk olahraga sepak bola di Jakarta, 6 Maret 2026. (Foto: Magdalene)

Sepak Bola Jadi Wadah Promosi Ruang Aman untuk Perempuan

by KatongNTT
10 Maret 2026
0

Siapa yang tidak kenal sepak bola, jenis olahraga paling populer seantero Indonesia bahkan dunia. Untuk merayakan Hari Perempuan Internasional pada...

Sewindu Komunitas Lakoat Kujawas, Jatuh Bangun Melestarikan Budaya Mollo

by Yanti Mesak
19 Februari 2026
0

Komunitas Lakoat Kujawas adalah salah satu komunitas yang berada di Desa Taiftop, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT....

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati