• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Lahan Garam Sabu Raijua Ditingkatkan, Target Akhir April 100 Ha

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Impor Garam Industri 2024 Bisa 2,4 Juta Ton, Optimalkan Potensi NTT

Lahan garam di Kabupaten Sabu Raijua, NTT. (Ist)

0
SHARES
74
VIEWS

Kupang – Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memperluas lahan produksi garam untuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional. Saat ini tercatat 32 hektare (ha) lahan tambak garam yang digarap pihak swasta dan ditargetkan mencapai 100 ha hingga akhir April 2024.

Marthen Dira Tome, perintis dan pembina PT Nataga Raihawu Industri (NRI) mengatakan potensi lahan dan cuaca sangat mendukung di wilayah paling selatan Indonesia tersebut. Untuk itu, pihaknya terus mendorong perluasan lahan sehingga meningkatkan produksi garam dengan merek Nataga.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Baca : Kemarau Landa NTT, Budidaya Singkong Jadi Pilihan Atasi Krisis Pangan

“Kita undang berbagai pihak untuk hadir di Sabu Raijua. Potensi lahan masih ada dan kualitas garam juga sangat bagus. Ini sudah teruji dari kadar NaCl yang cukup tinggi jadi tidak hanya untuk konsumsi tapi bisa juga untuk industri,” ujar Marthen kepada KatongNTT.com, belum lama ini.

Dikatakan, pihaknya terus mendorong sektor swasta untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada. Adapun lahan yang diinisiasi pemerintah daerah dan ditopang investasi swasta saat ini baru mencapai 32 ha. “Dengan produktivitas setiap bulan 45 ton per hektare, Sabu Raijua bisa jadi pemasok garam di NTT. Potensi lahan masih luas dan sampai akhir April target 100 ha yang siap berproduksi,” ujarnya mantan Bupati Sabu Raijua ini.

Baca : Impor Garam Industri 2024 Bisa 2,4 Juta Ton, Optimalkan Potensi NTT

Catatan KatongNTT.com menyebutkan Sabu Raijua merupakan wilayah yang konsisten mengembangkan garam sejak satu dekade silam. Saat itu, Marthen menjadi Bupati Sabu Raijua dan gencar mengembangkan garam. Tidak sedikit kendala dihadapinya ketika merintis garam yakni minimnya akses, keterbatasan alat dan teknologi produksi, dan sejumlah kendala lainnya seperti BBM dan semen. Dalam beberapa tahun ke depan, luasan lahan produksi garam diharapkan bisa mencapai 800 ha hingga 1.000 ha.

Seperti diketahui, Pemkab Sabu Raijua menyebutkan luas area lahan tambak garam di kabupaten itu mencapai 2.000 ha, namun yang dimanfaatkan masih sedikit. Saat ini dari tambak garam yang ada di Sabu Raijua, pemerintah mengklaim produksi setiap hari  mencapai 20 ton/ha.

Pada November 2015 lalu, Garam Nataga telah mengantongi sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai garam konsumsi beryodium. Sertifikasi ini dikeluarkan oleh Badan Penelitian  dan Pengembangan Industri Kementerian Perindustrian. [Anto]

Tags: #Garam#KabupatenSabuRaijuaKonsumsiNataga
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati