• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Impor Garam Industri 2024 Bisa 2,4 Juta Ton, Optimalkan Potensi NTT

KatongNTT.com mencatat setidaknya ada 11 menteri, dua menteri koordinator dan satu presiden sejak tahun 2013 lalu intens berkunjung dan memberi perhatian garam NTT. Sayangnya, belum ada perkembangan berarti.

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Impor Garam Industri 2024 Bisa 2,4 Juta Ton, Optimalkan Potensi NTT

Lahan garam di Kabupaten Sabu Raijua, NTT. (Ist)

0
SHARES
161
VIEWS

Jakarta – Ketersediaan garam konsumsi sudah terpenuhi, namun sejumlah industri membutuhkan garam industri yang masih tergantung dari impor. Salah satunya adalah industri makanan dan minuman (mamin) membutuhkan bahan baku garam industri. Pengembangan garam industri dari Nusa Tenggara Timur (NTT) belum ada yang terwujud.

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) menyebutkan ketersediaan garam industri sebagai bahan baku mamin masih minim.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Ketua Umum Gapmmi Adhi S Lukman mengatakan bahan baku berupa garam untuk industri mamin masih terkendala izin impor. Padahal kebutuhan mamin selama bulan Ramadan meningkat sekitar 30%. “Kebutuhan garam industri sekitar 500.000 ton dari impor sisanya dalam negeri, kalau dalam negeri untuk kebutuhan industri mamin sekitar 400.000-an,” tuturnya.

Baca : Demak Promosi Varietas Baru, Sorgum di Sumba Timur Masih Rencana

Selain industri mamin, kebutuhan garam industri juga masih banyak untuk industri industri chlor alkali plant (CAP), dan farmasi. Adapun, ketiga sektor tersebut membutuhkan 3,3 juta ton garam untuk pengolahan.

Informasi yang diperoleh KatongNTT.com, Senin (18/3/2024), menyebutkan Kementerian Perdagangan sudah menyetujui impor garam industri untuk 2024 mencapai 2,4 juta ton. Persetujuan itu sesuai hasil rapat koordinasi terbatas (Rakortas) sejumlah instansi terkait.

Terkait impor tersebut, Ketua Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (APGRI) Jakfar Sodikin menyayangkan kebijakan yang telah diputuskan pemerintah.

Dia memastikan bahwa produksi garam dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan para pelaku usaha industri. “Demikian juga potensi Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa dioptimalkan untuk produksi garam industri tersebut,” ujar Jakfar yang pernah membantu pembukaan lahan garam di NTT.

Baca : “Pugar” Tingkatkan Produksi Garam, Perpres 126/2022 Belum Optimal di NTT

Seperti diketahui, potensi garam NTT sudah dibahas lebih dari satu dekade terakhir agar menggantikan garam impor. Sejumlah kebijakan dan program pernah dijalankan menyusul kunjungan dan pembahasan meningkatkan produksi garam, namun belum ada perkembangan berarti.

KatongNTT.com mencatat setidaknya ada 11 menteri dan dua menteri koordinator sejak tahun 2013 lalu yang intens mendorong pengembangan garam NTT. Puncaknya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau tambak garam eks tanah Hak Guna Usaha (HGU) di Desa Nunkurus, Kupang Timur, Kabupaten Kupang, pada Rabu (21/8/2019).

Baca : Kisah Perempuan NTT Bertahan Dari Mahalnya Harga Beras

Seperti ditulis laman https://setkab.go.id, saat itu Jokowi menegaskan bahwa kualitas garam NTT lebih bagus dari garam Australia.

“Saya ke sini hanya ingin memastikan bahwa program untuk urusan garam ini sudah dimulai, karena kita tahu impor garam kita 3,7 juta ton, yang bisa diproduksi dalam negeri baru 1,1 juta ton. Masih jauh sekali,” kata Presiden Jokowi usai peninjauan.

Menurut Presiden, NTT memiliki potensi tambak garam yang bisa dikerjakan seluas kurang lebih 21.000 hektare (ha). Di Kupang saja diperkirakan ada sekitar 7.000 ha, tetapi yang dimulai sekitar 600 ha dulu, dan juga baru diselesaikan 10 ha.

“Masih 10 hektare dari 21 ribu hektare, masih jauh sekali. 10 hektare ini, di lingkungan ini baru 600 hektare. Jadi memang ini baru dimulai,” ujar Jokowi saat itu. [Anto]

Tags: #Garam#impor#Industri
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati