• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Juli 27, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Konklaf Pilih Kardinal Warga AS Pimpin Umat Katolik Sedunia

Kardinal Prevost menjadi Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus yang mengambil nama Leo XIV untuk misi kepemimpinannya.  

Rita Hasugian by Rita Hasugian
1 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Kardinal Robert Francis Prevost yang berasal dari Chicago, Illinois, Amerika Serikat terpilih sebagai pemimpi umat Katolik sedunia. Dia memilih nama misi kepemimpinnanya sebagai Paus Leo xiv. (Vatican News)

Kardinal Robert Francis Prevost yang berasal dari Chicago, Illinois, Amerika Serikat terpilih sebagai pemimpi umat Katolik sedunia. Dia memilih nama misi kepemimpinnanya sebagai Paus Leo xiv. (Vatican News)

0
SHARES
58
VIEWS

Kupang – Kardinal Robert Francis Prevost  yang berasal dari Chicago, Illinois, Amerika Serikat terpilih sebagai pemimpin umat Katolik sedunia yang ke 267 dan sekaligus sebagai Uskup Roma.

Kardinal Prevost terpilih dalam Konklaf yang dihadiri 133 kardinal  untuk memilih pengganti Paus Fransiskus  yang meninggal di usia 88 tahun pada 21 April 2025.

BacaJuga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

3 Juli 2026
Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026

Pemilihan Prevost mengejutkan karena dia baru dua tahun menjabat sebagai kardinal. Paus Fransiskus memilih Prevost yang menjabat Uskup Chiclayo di barat laut Peru sebagai kardinal tahun 2023.

Baca juga: Paus, Roh Kudus, dan Akal Sehat yang Disandera

Paus Fransiskus kemudian membawanya ke Roma untuk mengepalai kantor Vatikan. Kardinal Prevost bertanggung jawab untuk memilih uskup di seluruh dunia.

Kardinal Prevost, 69 tahun, menjadi Paus pertama dari Ordo Santo Agustinus yang mengambil nama Leo XIV untuk misi kepemimpinannya. Pemilihan nama Leo ini memberi pesan tentang kepemimpinannya yang memperjuangkan keadilan sosial.

Paus Leo XIV  juga  menjadi Paus kedua yang berasal dari benua Amerika. Paus Fransiskus yang berasal dari Argentina menjadi Paus pertama yang berasal dari benua Amerika.

Robert Francis Prevost  lahir dari pasangan Louis Marius Prevost, keturunan Prancis dan Italia, dan istrinya Mildred Martinez, keturunan Spanyol. Dia memiliki dua saudara laki-laki.

 

Paus Leo XIV melambaikan tangannya kepada ribuan umat dari balkon Basilika Santo Petrus setelah Vatikan mengumumkan terpilihnya pemimpin umat Katolik sedunia menggantikan Paus Fransiskus yang telah meninggal. Kardinal Robert Francis Prevost, warga AS terpilih sebagai Paus ke 267. (Vatican News)Paus Leo XIV melambaikan tangannya kepada ribuan umat dari balkon Basilika Santo Petrus setelah Vatikan mengumumkan terpilihnya pemimpin umat Katolik sedunia menggantikan Paus Fransiskus yang telah meninggal. Kardinal Robert Francis Prevost, warga AS terpilih sebagai Paus ke 267. (Vatican News)

Prevost menempuh pendidikan di Seminari kecil ordo Santo Agustinus dan melanjutkan pendidikannya di Universitas Villanova di Pennsylvania. Dia meraih gelar sarjana matematik pada tahun 1977. Dia  juga mempelajari filsafat.

Prevost menjalani tugas misionarisnya terlama di Peru (2015-2023) untuk kemudian ditarik ke Vatikan oleh Paus Fransiskus.

Baca juga: Jejak Perjalanan Paus Fransiskus: Saya Berharap Ada Gereja untuk Orang Miskin

Sete;ah Vatikan resmi mengumumkan terpilihnya pemimpin baru umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV muncul di balkon Basilika Santo Petrus dengan senyum dan melambaikan kedua tangannya kepada ribuan umat yang menantikan pemimpin baru mereka.

Paus Leo XIV yang dikenal berpenampilan tenang dan agak pemalu ini memberikan berkat untuk Kota dan Dunia. Paus Leo XIV mengawali sambutannya dengan ucapan: Damai Bersamamu..

Dalam pidato perdananya, Leo XIV tidak melupakan untuk mengucapkan terimakasih kepada Paus Fransiskus.

“Tuhan mengasihi kita, kita semua, kejahatan tidak akan menang. Kita semua berada di tangan Tuhan. Tanpa rasa takut, bersatu, bergandengan tangan dengan Tuhan dan antara kita sendiri, kita akan maju. Kita adalah murid-murid Kristus, Kristus berjalan mendahului kita, dan dunia membutuhkan cahaya-Nya. Umat manusia membutuhkan Dia seperti sebuah jembatan untuk mencapai Allah dan kasih-Nya. Anda membantu kami membangun jembatan dengan dialog dan perjumpaan sehingga kami semua dapat menjadi satu umat yang selalu damai. Terima kasih Paus Fransiskus!” [Vatican News/Reuters/Rita]

 

 

 

 

 

 

Tags: #BasilikaSantoPetrus#KardinalRobertFrancisPrevost#Konklaf#OrdoSantoAgustinus#PausFransiskus#PausLeoXIV#Peru#Vatikan
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Lima perempuan anggota Forum Pelangi Kasih dii Kota Kupang yang melahirkan dan membesarkan anak-anak mereka sebagai LGBTQ+. Anak-anak mereka sering diejek, didisrkiminasi, dan dilecehkan. (Dok. KatongNTT)

Dipeluk Ibu Saat Dunia Menolak, Cerita dari Forum Pelangi Kasih Kupang

by KatongNTT
3 Juli 2026
0

Kupang –Suara tawa lepas lima perempuan lansia memenuhi ruang tamu rumah Pendeta emeritus Aplonia Mariana Mba’u-Lidda pekan terakhir April lalu....

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati