• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Rabu, September 30, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

PLN Klaim Usut Dugaan Batubara PLTU Timor-1 Cemari Laut Timor

Oktaf Alexander Sekatu sebagai Ketua umum Pembudidayaan rumput laut Lifuleo  mengatakan, sedikitnya 85 petani rumput laut terkena dampak limbah batubara PLTU Timor –1 sejak tahun 2023

Rita Hasugian by Rita Hasugian
9 bulan ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan, Pekerja Migran & Perdagangan Orang
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rumput laut milik nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

Rumput laut milik nelayan desa Lifuleo, Kabupaten Kupang rusak disebabkan limbah batubara PLTU Timor-1. (Dok. Oktaf Saketu)

0
SHARES
84
VIEWS

Kupang – PT PLN sedang menelusuri dan memvalidasi informasi dari nelayan Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang bahwa aktivitas bongkar muat batubara PLTU Timor-1 telah mencemarkan Laut Timor. Dampak pencemaran itu, rumput laut milik nelayan rusak sudah tiga tahun atau sejak PLTU Timor -1 beroperasi.

“Teman-teman masih telusuri, tadi saya sudah koordinasi dengan mereka.  Saya lagi menunggu hasilnya bagaimana dengan informasi ini. Coba validasi ke lokasi.,” kata Jusuf Otiswan Maromon, Manager Komunikasi dan TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT kepada KatongNTT, Rabu, 7 Januari 2026.

BacaJuga

Almarhum PMI asal Kota Kupang, Chaterine Septiani Rohi (Dok.KatongNTT)

Demi Bertemu Ibu, Chaterina Lari dari Semau ke Malaysia, Ajal Menjemput Saat Berniat Pulang

9 September 2026
Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026

Baca juga: Nelayan: Batubara PLTU Timor -1 Cemari Laut Timor, Tak Ada yang Peduli

Menurut Otis, ada banyak stakeholder yang terlibat seperti perusahaan pemilik kapal tongkang yang mengambil batubara dari Kalimantan dan yang melakukan bongkar muat batubara.

“Kami akan usut, validasi kebenaran informasi ini. Kita akan telusuri semua sampai yang bawa ini, transporter, kemudian di situ ada bagian angkut dari kapal ke penyimpanan, kita akan telusuri ke mereka,” ujar Otis.

PLN juga akan mencari tahu penyebabnya apakah keteledoran atau kesengajaan mengingat temuan nelayan bahwa benda berwarna hitam pekat mirip aspal ini muncul setiap 2-3 bulan atau 4 kali dalam setahun.

Dia mengatakan, untuk membuktikan terjadi pencemaran air laut perlu dilakukan uji laboratium. Dia belum mendapat informasi apakah PLN sudah pernah melakukan uji laboratorium tentang temuan nelayan tersebut.

“Saya baru 3 bulan di posisi ini di Kupang, saya belum menerima informasi,” ujar Otis.

Baca juga: Nelayan Minta Pemerintah Ungkap Limbah Hitam di Pantai Tablolong

Oktaf Alexander Sekatu sebagai Ketua umum Pembudidayaan rumput laut Lifuleo  mengatakan, sedikitnya 85 petani rumput laut terkena dampak limbah batubara PLTU Timor –1 sejak tahun 2023. Para nelayan dari dua desa yang berdekatan dengan lokasi PLTU Timor-1, Lifuleo dan Tablolong, sudah tiga tahun ini mengeluhkan bahkan memprotes keras limbah batubara ini yang bukan saja telah mencemari Laut Timor, namun juga menghancurkan rumput laut budidaya para petani. Selain itu limbah ini telah merusak terumbu karang yang berfungsi sebagai rumah bagi ikan-ikan. *****

 

 

 

Tags: #Batubara#DesaLifuleo#DesaTablolong#PLN#PLTUTimor-1#rumputlautNTT
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Almarhum PMI asal Kota Kupang, Chaterine Septiani Rohi (Dok.KatongNTT)

Demi Bertemu Ibu, Chaterina Lari dari Semau ke Malaysia, Ajal Menjemput Saat Berniat Pulang

by Rita Hasugian
9 September 2026
0

KatongNTT- Chaterine Septiani Rohi sudah bertekad pulang setelah 12 tahun tinggal di Malaysia. Dia menuruti permintaan ibu kandungnya, Maria Magdalena...

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati