• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

“Gempa jam 2-3 subuh, lalu sekitar jam 6 pagi, dan jam 9 pagi ini. Tembok rumah dan tempat tidur bergetar,” ujar Sisca.

Rita Hasugian by Rita Hasugian
2 jam ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

0
SHARES
28
VIEWS

KatongNTT– Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada jam 09.00 Wita merasakan sedikitnya tiga gempa dengan lama getaran masing-masing sekitar 3-4 detik.

“Saya sedang di kamar mandi gempa terasa kuat. Saya tarik nafas, tidak berteriak-teriak karena tekanan darah rendah,” kata Siska, begitu dia disapa.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Siska mengatakan, gempa pertama terjadi sekitar jam 2-3 dini hari pada 17 Agustus 2026 dan terakhir jam 9 pagi.

“Gempa jam 2-3 subuh, lalu sekitar jam 6 pagi, dan jam 9 pagi ini. Tembok rumah dan tempat tidur bergetar,” ujar Sisca.

Baca juga: Gempa Beruntun Guncang Nagekeo, Tak Berpotensi Tsunami

Pulau Flores diguncang gempa berkekuatan M7,7 pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Hampir semua kabupaten di pulau bunga itu diterjang gempa hingga menimbulkan kerusakan parah pada bangunan rumah, perkantoranm, pusat pendidikan, dan rumah ibadah.

BMKG menginformasikan telah terjadi tsunami setinggi sekitar 0,5 meter di sekitar Flores hingga ke perairan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. BMKG pada siang harinya mencabut status tsunami.

Gempa susulan terjadi lebih dari 100 kali sehingga warga Flores tetap waspada dan memilih bertahan di pengungsian. Meski ada warga yang  pulang ke rumah dengan tetap  waspada. Sisca menuturkan , orangtua dan saudaranya kemarin malam memilih tidur di dalam rumah setelah sebelumnya  tidur di luar rumah beralas tikar dan kasus pegas.

Saat tidur di dalam rumah, keluarga Sisca tetap waspada dengan tidak mengunci pintu utama rumah dan membuka pintu kamar tidur supaya mudah menyelamatkan diri.

Rumah orangtua Sisca di kawasan Lancang, Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat tidak mengalami dampak parah akibat gempa. Warga sekitar juga masih bisa mengakses sembako, air bersih dan listrik.

Di Ruteng, Manggarai, gempa susulan masih terjadi. Menurut Margareta Kartika,  ribuan warga masih mengungsi menggunakan tenda darurat. Mereka masih cemas akan dampak dari gempa pada Sabtu, 15 Agustus 2026 dan gempa susulan.

 

Kader-kader PMKRI Ruteng di Pulau Flores, NTT bersiap untuk mengirimkan bantuan ke desa terpencil Cibal Barat dan desa lainnya, (Dok.PMKRI Ruteng)
Kader-kader PMKRI Ruteng di Pulau Flores, NTT bersiap untuk mengirimkan bantuan ke desa terpencil Cibal Barat dan desa lainnya, (Dok.PMKRI Ruteng)

 

Baca juga: Ada Potensi Tsunami di NTT, Mitigasi Daerah Rawan Perlu Diperkuat

Selain itu, beberapa desa terisolasi akibat gempa di antaranya Desa Cibal Barat di mana gempa telah merengut nyawa satu warga. Margareta menjelaskan, beum ada bantuan diterima warga Cibal.

Dalam rangka Hari Kemerdekaan RI ke 81, Margareta menjelaskan, para mahasiswa PMKRI Ruteng hari ini berangkat membawa bantuan untuk warga Cibal. Mereka juga akan melakukan pendataan kebutuhan prioritas menurut warga setempat.

Margareta sebagai Ketua PMKRI Ruteng meminta pemerintah baik di Pusat maupun daerah untuk mnyalurkan bantuan secara merata kepada semua warga yang terdampak gempa. “Saat ini bantuan difokuskan ke Maumere (Kabupaten Sikka) dan Nagekeo. Ada daerah terpencil dan belum mendapat bantuan,” ujarnya.

Para warga Ruteng yang terkena dampak gempa sangat membutuhkan air bersih dan air minum. “Air bersih sangat kurang, air minum juga sangat kurang,” ujar Margareta.

Selain itu, warga membutuhkan bantuan untuk kebutuhan bayi dan lansia, sembako, selimut, dan alat penerangan.

Dalam infobmkg, media sosial resmi BMKG di Instagram menjelaskan, jumlah gempa susulan hingga 17 Agustus 2026 jam 6 pagi WIB, total gempa susulan sebanyak 1576 dengan magnitude terbesar 6,2 dan  magnitude terkecil 1,3. Jumlah gempa susulan yang dirasakan sebanyak 54. *****

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: #BMKG#gempaflores#NTT#Ruteng #Labuanbajo
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati