• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Senin, Agustus 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Ada Potensi Tsunami di NTT, Mitigasi Daerah Rawan Perlu Diperkuat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi tsunnami akibat gempa, perlu perkuat mitigasi (Unsplash.com-Todd Turner)

Ilustrasi tsunnami akibat gempa, perlu perkuat mitigasi (Unsplash.com-Todd Turner)

0
SHARES
177
VIEWS

Kupang – Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) berpotensi terjadi gempabumi dengan magnitude M 8,5 dan M 7, 4. Wilayah selatan Sumba dan utara Flores berpotensi menjadi pusat gempa.

Potensi gempa tersebut disampaikan oleh Koordinator Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, pada Mei lalu.

BacaJuga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

17 Agustus 2026
Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Margiono meminta masyarakat tidak panik dan memperkuat mitigasi sejak dini. Upaya tersebut dapat berupa mitigasi struktural dan non struktural dengan membangun bangunan tahan gempa, melakukan tata ruang jalur evakuasi dari pantai sampai ke titik kumpul, serta membekali diri.

Baca juga : 264 Gempa Guncang NTT Selama November 2022, Terbanyak Terjadi di Laut

Margiono mengharapkan kerja sama antar masyarakat dengan saling mengedukasi tentang mitigasi bencana.

Kalak BPBD NTT, Ambrosius Kodo kepada KatongNTT, Kamis (1/12/2022) mengatakan, pihaknya sedang menyiapkan rencana kontigensi gempa dan tsunami. Rencana kontingensi tersebut dibuat bersama dengan SIAP SIAGA. Menurutnya, rencana kontinjensi itu melibatkan semua stakeholder.

“Tahun depan kita mulai gladi simulasi mitigasi gempa bumi dan tsunami di daerah-daerah yang rawan,” ujar Ambrosius.

Baca juga : Badai Seroja Dorong Kaum Muda NTT Peduli Lingkungan

Ia juga meminta kepada pemerintah daerah yang wilayahnya rawan gempa maupun tsunami untuk berperan aktif. Menurutnya, pemerintah di tingkat Kabupaten juga perlu menyiapkan rencana kontinjensi dan melakukan simulasi.

Mitigasi ditingkat kabupaten, kata Ambrosius perlu diperkuat. Pemerintah perlu membangun komunikasi, menyebarluaskan informasi terkait cara-cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana.

“Pemerintah Provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Perlu dukungan dari kabupaten atau kota yang rawan terjadi bencana,” ujarnya.

Baca juga: Gerakan ‘Akar Rumput’ di NTT Melawan Perubahan Iklim

Ia mengatakan, simulasi bagi warga sangat dibutuhkan. Karena itu perlu juga dilakukan secara terus menerus sehingga masyarakat memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam, termasuk gempa dan tsunami.*****

Baca juga: Masyarakat Diminta Bersiap Hadapi Kasus Covid-19 Meningkat dalam Dua Pekan Ini

Tags: #bencana#Gempa#gempadintt#Mitigasi#Tsunami#tsunamintt
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Gereja Santo Thomas Moruf di Maumere, kabupaten Sikka, rusak diterjang gempa pada 15 Agustus 2026. (Dok. Benadikta da Silva)

Gempa Susulan Terus Terjang Flores, BMKG: Total 1576 !

by Rita Hasugian
17 Agustus 2026
0

KatongNTT- Gempa susulan masih mengguncang Pulau Flores hingga hari ini. Fransiska Heldiana Juita, warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat pada...

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati