• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Inspirator

Yermias Jadi Pemulung 21 Tahun, Sanggup Beli Sekilo Beras Sehari

Tim Redaksi by Tim Redaksi
5 tahun ago
in Inspirator
Reading Time: 2 mins read
A A
0
-Yermias-Pai-Jadi-Pemulung-21-Tahun-di-TPA-Soe-Kabupaten-TTS (Gi-Katongntt.com)

-Yermias-Pai-Jadi-Pemulung-21-Tahun-di-TPA-Soe-Kabupaten-TTS (Gi-Katongntt.com)

0
SHARES
537
VIEWS

Yermias Pai selama 21 tahun bekerja sebagai pemulung. Dia warga RT 11/RW 09 Dusun II Desa Oelekam Kecamatan Mollo Tengah, Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Pria berusia 60 tahun ini setiap hari memungut sampah yang masih layak dijual seperti kartun dan botol air mineral di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Soe. TPA ini berlokasi di Nonohonis Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Tengah.

BacaJuga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

15 Mei 2025
Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

18 Oktober 2024

Yermias menukar hasil memulungnya demi sepiring nasi pada pagi hari bagi dirinya dan kedua anaknya yang kini di bangku sekolah SD dan SMP.

“Pagi makan nasi untuk ke sekolah dan siang setelah pulang sekolah makan jagung,” kata Yermias kepada KatongNTT pada Selasa, 24 Agustus 2021.

Yermias menuturkan pekerjaan sebagai pemulung di TPA Noinbila sejak tahun 2000.

Tempat Pembuangan Akhir Sampah di Desa Noinbila Kecamatan Mollo Tengah Kabupaten TTS Provinsi NTT (Gi-KatongNTT)

Dia memilih barang bekas yang dapat dijual dan menjadi uang seperti kartun bekas dijual Rp 3000 per kilogram.

Namun, pendapatannya menurun dalam lima tahun terakhir karena ada orang yang memulung kartun-kartun bekas menggunakan mobil di TPA itu.

Sebelumnya, Yermias mampu menjual kartun bekas sampai 100 kilo per hari. Kini dia harus menunggu 2 hingga 3 minggu untuk mendapatkan kartun bekas seberat 100 kilogram.

Sedangkan untuk botol plastik bekas air mineral dijualnya Rp 3 ribu per kilogram Rp 3000.

“Kami fokus untuk pungut botol dengan dos bekas, nanti jual langsung ke pembeli dari Kupang,” ujar Yermias.

Yermias menuturkan, dari memulung kartun bekas dan botol bekas air mineral setiap dua minggu, dia menerima penghasilan kurang dari Rp 500 ribu.

Menurutnya, setiap bulan pendapatan dari hasil jual barang bekas daria TPA Noinbila mencapai Rp 600.000 hingga Rp 700.000.

Dari hasil memulung, Yermias hanya mampu membeli sekilo beras setiap hari.

“Setiap bulan kami pakai uang Rp 600.000 untuk beli beras untuk anak sekolah, tetapi makan nasi hanya pagi hari. Sedangkan siang dan malam masih ada jagung dan ubi,” tutur Yermias. (Gi)

Tags: #Kabupatentts#Pemulung#Sampah#TPASoe#Yermiaspai
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

by PriyaHusada
15 Mei 2025
0

Dari laboratorium sunyi di Brasil, Hungria memimpin revolusi pertanian yang tak hanya menyelamatkan petani, tapi juga membuka jalan bagi cara...

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

by KatongNTT
18 Oktober 2024
0

Ruteng – Berbagai suku cadang sepeda motor terpajang apik di rak kayu di bengkel yang terletak persis di sisi barat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati