• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis Agribisnis

Pupuk Langka di NTT, Apa Akar Masalahnya?

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Agribisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi-Petani-dan-Pupuk-Photo-by-Klik-Hijau

Ilustrasi-Petani-dan-Pupuk-Photo-by-Klik-Hijau

0
SHARES
294
VIEWS

Maumere – Kelangkaan pupuk di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun secara nasional sebenarnya merupakan masalah klasik setiap tahun.

Pembenahan tata kelola, distribusi dan mendorong kemandirian petani sangat diperlukan dalam mengatasi persoalan pupuk.

BacaJuga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024
Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

30 Mei 2024

Demikian disampaikan Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Win Keupung kepada KatongNTT.com, Rabu (19/1/2022) menanggapi kelangkaan pupuk yang disampaikan Ombudsman RI (ORI) Perwakilan NTT pekan lalu.

WTM merupakan salah satu lembaga pendampingan masyarakat yang lebih dari dua dekade berkarya dalam pertanian dan pangan secara umum. Kemandirian petani dan kedaulatan pangan merupakan agenda yang didorong WTM.

Menurut Win, tata kelola penyaluran pupuk menjadi masalah besar karena tidak ada upaya serius dari pemerintah untuk peningkatan usaha dan kesejahteraan petani.

Petani digiring untuk bergantung pada pihak lain, namun pemerintah tidak mampu memfasilitasi dalam memastikan ketersediaan.

“Pemerintah masih yakin dan percaya dengan konsep pertanian kimiawi yang tidak memandirikan petani. Padahal, petani mampu untuk difasilitasi menciptakan pupuk dan pestisida sendiri,” tegasnya saat berada di Maumere, Sikka.

Sebagaimana ditulis dalam laman resmi Ombudsman.go.id, Kepala ORI NTT Darius Beda Daton mengatakan, para petani kembali mengeluhkan sulitnya ketersediaan pupuk. Situasi ini menghambat produksi pertanian sejak akhir 2021 hingga memasuki awal 2022.

“Baru-baru ini kami kembali menerima keluhan petani dari Kabupaten Lembata dan Rote Ndao yang pada intinya mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi,” kata Darius di Kupang, Jumat (14/1).

Berbagai informasi dan pemberitaan juga muncul mengenai keluhan para petani yang mengalami kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi, antara lain di Kabupaten Kupang, Manggarai, Sumba Barat Daya, dan Sabu Raijua.

Darius menyebutkan substansi keluhan petani yaitu terkait persediaan pupuk yang kosong di tingkat pengecer dan distributor.

Jika pun ada stok di gudang, harus melalui prosedur pemesanan terlebih dahulu sehingga terkadang terlambat tiba saat umur padi tidak lagi memerlukan pupuk.

Pupuk nonsubsidi selalu tersedia setiap saat asalkan petani punya uang sehingga petani dihadapkan pada pilihan sulit untuk membeli dengan harga nonsubsidi agar tidak gagal panen.

Sebelumnya, Darius juga telah melakukan kajian singkat guna menemukan penyebab kelangkaan pupuk dan persoalan lainnya. Disamping itu,kendala dalam penerapan kartu tani, serta masih terdapat permasalahan terkait dengan transparansi penyaluran pupuk subsidi di tingkat pengecer.

Belum lagi permasalahan terkait transparansi penyaluran pupuk subsidi di tingkat pengecer. Petani juga cenderung menyalurkan pengaduannya terkait permasalahan yang dihadapi kepada para penyuluh karena dinilai lebih dekat dengan petani. [k-04]

Tags: #katongntt#NTT#Petani#Pupuk#Subsidi
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Petani rumput laut di NTT meradang pasca terbitnya pergub yang melarang pengiriman ke luar daerah (Joe-KatongNTT)

NTT Belum Ekspor Rumput Laut Tahun Ini

by Tim Redaksi
30 Mei 2024
0

Ekspor rumput laut NTT ini memang minim sejak ekspor perdana pada 2019 lalu sebesar 25 ton Alkali Treated Cottonii (ATC)...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati