• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

4 Fakta Evakuasi WNI dari Ukraina yang Berbahaya

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
WNI yang tinggal di Ukraina dievakuasi melalui Odessa dan tiba dengan selamat di Rumania, 27 Februari 2022. (Kemenlu RI)

WNI yang tinggal di Ukraina dievakuasi melalui Odessa dan tiba dengan selamat di Rumania, 27 Februari 2022. (Kemenlu RI)

0
SHARES
233
VIEWS

Jakarta– Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan, evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina tidak mudah, memiliki tingkat kompleksitas dan bahaya yang tinggi. Itu karena evakuasi dilakukan di tengah pertempuran yang masih terjadi.

WNI tinggal tersebar di beberapa kota di Ukraina. Selain itu, jalur evakuasi terutama dari Kiev, sempat dikaji ulang. Hal ini mengingat munculnya situasi yang menyulitkan jika evakuasi dilakukan ke arah Lviv.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Retno yang berbicara kepada para wartawan secara online, Selasa, 1 Maret 2022 kemudian menyampaikan 4 fakta terkait dengan evakuasi WNI di Ukraina.

Pertama, kata Retno, 25 WNI yang dievakuasi melalui Odessa sudah tiba di Bucharest pada 27 Februari 2022 jam 16.30 waktu Bucharest. WNI yang dievakuasi semuanya perempuan dan 1 anak berumur sekitar 12 tahun.

“Tim evakuasi kita bergerak dari Tulcea, perbatasan Rumania-Moldova pada Sabtu, 26 Februari pukul 06.00 pagi. Akhirnya tiba kembali di Bucharest pada 27 Februari pukul 16.30 waktu setempat,” ujar Retno.

Total lama perjalanan yang ditempuh tim evakuasi sekitar 35 jam dengan menggunakan bis.

Saat situasi normal, lama perjalanan tidak lebih dari 10 jam.Tim evakuasi juga melewati 5 kali pemeriksaan dan cek point di Ukraina.

Di perbatasan terjadi antrian mobil lebih dari 10 kilometer. Mobil yang antri telah berada di perbatasan selama 2 hari.

“Namun alhamdullilah, evakuasi bisa menembus antrian sekitar 4,5 jam,” ujar Retno.

Satu WNI, ujarnya, positif terpapar Covid-19 dan sudah mendapatkan penanganan.

Dalam video rekaman evakuasi WNI melalui Odessa ke Rumania, sejumlah WNI tampak berada dalam bus. Seorang perempuan mewakili teman-temannya menjelaskan bahwa mereka dievakuasi melalui Odessa dan telah tiba di Rumania.

“Kami telah sampai dari Odessa ke Rumania dengan selamat. Terimakasih Pemerintah Indonesia. Hidup Indonesia,” ujar perempuan itu bersama WNI lainnya.

Kedua, 6 WNI dan 1 WNA (suami dari satu WNI) pada 27 Februari 2022 telah berhasil diseberangkan, dievakuasi dari Lviv menuju Rzeszow, Polandia. Keenam WNI itu terdiri dari 2 perempuan dewasa, 3 anak-anak, dan satu bayi.

Retno menjelaskan, tim KBRI Warsawa berangkat dari safe house di Rzeszow pada jam 7.30 pagi . Tiba kembali dengan para para WNI yang dievakuasi sekitar jam 20.45 waktu setempat.

Jalur perbatasan Rumania juga mengalami antrian sangat panjang hingga 30 kilometer. Keenam WNI ini sudah berada di Rzeszow dalam kondisi sehat.

Rute Evakuasi WNI dari Ukraina pada Februari 2022. (Dok. Kemenlu)
Rute Evakuasi WNI dari Ukraina pada Februari 2022. (Dok. Kemenlu)

Ketiga, ada 4 WNI (2 pria dan 2 anak-anak) dan WNA (pasangan dari WNI) yang juga telah dijemput tim KBRI Warsawa dari Mc D Ternopil, Lviv di Ukraina menuju Polandia. Mereka menempuh perjalanan sejauh 150 kilometer.

“Mereka saat ini sudah tiba di safe house Rzeszow, Polandia pada 28 Februari 2022 jam 19.40 waktus setempat,” ujar Retno.

Rombongan WNI ini sempat antri di perbatasan cek poin Polandia selama sekitar 2 jam sebelum akhirnya dibolehkan masuk ke Polandia.

Keempat, rombongan terbesar yaitu 59 WNI dan 1 WNA yang dievakuasi dari Kiev dan telah diseberangkan ke wilayah Moldova. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju Rumania.

Evakuasi dari Kiev sebelumnya direncanakan pada 27 Februari 2022 yaitu melewati kota Lviv menuju Polandia.

“Namun karena adanya kebijakan curfew dan beberapa tantangan infrastruktur jalan yang diakibatkan peperangan, maka evakuasi terpaksa ditata ulang kembali,” kata Retno.

Retno terlibat langsung dalam penataan ulang jalur aman untuk evakuasi dari Kiev.

Setelah melakukan konsultasi dengan banyak pihak, evakuasi akhirnya dapat dilakukan pada 28 Februari 2022. Jalur evakuasi adalah dengan mengambil jalur selatan melalui kota Vinnytsia menuju Bucharest, Rumania via Moldova.

Menurut Retno, evakuasi dilakukan dengan menggunakan 12 mobil dengan banyak menggunakan jalur alternatif. Ini untuk menghindari antrian dan macet di jalur utama.

Rombongan berangkat dari KBRI di Kiev sekitar jam 11.30 dan tiba di perbatasan Moldova pada jam 22.00 atau sekitar jam 03.00 dini hari 1 Maret waktu Jakarta. (k-02)

Tags: #Evakuasi#Kemenlu#RetnoMarsudi#WNIdiUkraina
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati