• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, Juli 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Kolaborasi Dekranasda Provinsi NTT

7 Fakta Menarik tentang Cokelat Ghaura

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Dekranasda Provinsi NTT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Karyawan sedang membungkus Cokelat Ghaura di pabrik yang berlokasi di Oepura, Kota Kupang, NTT , Kamis, 19 Mei 2022. (Ruth-KatongNTT.com)

Karyawan sedang membungkus Cokelat Ghaura di pabrik yang berlokasi di Oepura, Kota Kupang, NTT , Kamis, 19 Mei 2022. (Ruth-KatongNTT.com)

0
SHARES
1.7k
VIEWS

Kupang – Boleh jadi masyarakat Indonesia belum tahu ada cokelat terbaik berasal dari provinsi Nusa Tenggara Timur.  Cokelat ini berasal dari biji kakao yang sudah mendapat pengakuan internasional  sebagai yang terbaik di dunia tahun 2015.

Biji kakao yang berasal dari perkebunan keluarga Hengky Lianto di Sumba Barat memiliki rasa perpaduan asam dan buah yang unik dan tidak ditemukan di biji kakao di tempat lain.

BacaJuga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

27 Mei 2023
Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

21 Mei 2023

Berikut tujuh fakta menarik dari Cokelat Ghaura.

1. Ghaura merupakan nama desa di Sumba Barat. Perkebunan kakao yang menjadi bahan baku cokelat berada di desa Ghaura. Luasnya mencapai 815 hektare.

2. Pengolahan dan packaging Cokelat Ghaura dilakukan secara manual (hand made) untuk menjaga mutu dan rasa alami cokelat. Per hari diproduksi 20 kilogram cokelat dalam bentuk batangan.

3. Cokelat Ghaura memiliki 13 varian rasa yang diturunkan dari 3 rasa varian utama : cokelat susu (milk chocolate), cokelat dengan kandungan gula yang rendah (dark chocolate), dan cokelat kelor (marunga/moringa chocolate). Ada varian unik yakni rasa sopi (minuman beralkohol khas NTT) dan biji kopi Manggarai jenis robusta yang dibalut cokelat, dan cokelat dengan dicampur kenari dari Alor dan mete dari Sumba.

4.  Cokelat Ghaura tidak mengandung Lezetin untuk menjaga kualitas dan tekstur. Lezetin bersumber dari kacang kedelai. Lezetin berfungsi untuk mengikat semua bahan yang ada di dalam cokelat (gula, susu dan cokelat) agar tidak mudah terpisah dipicu oleh suhu udara atau tekanan benda.  

5.  Pemanis rasa untuk Cokelat Ghaura dibuat dari air buah lontar. Buah lontar didapatkan dari Pulau Rote yang memang terkenal sebagai penghasil buah lontar terbaik di NTT.

6. Harga setiap varian cokelat bervariasi dengan harga termurah Rp 15 ribu untuk ukuran 30 gram dan termahal Rp 50 ribu untuk ukuran 100 gram.  Harganya termasuk murah karena bahan bakunya berkualitas premium.

7. Meski usianya baru berkisar 3 tahun, Cokelat Ghaura telah mendapat tempat di hati pelanggannya. Di NTT, cokelat Ghaura dipasarkan di Dekranasda NTT,  di Bandara Labuan Bajo, Ranch Market di Jakarta dan Surabaya.  Sejumlah importer telah menjual cokelat ini di Australia, Amerika, Inggris, Prancis, dan Belanda.  *****

Tags: #CokelatGhaura#DekranasdaNTT#Kelor#Minumansofi#Perkebunankakao
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk 'Dosa', yang adalah cuka tradisional dari Rote, NTT (Ruth-KatongNTT)

Mengenal ‘Dosa’, Cuka Tradisional dari Rote, NTT

by Tim Redaksi
27 Mei 2023
0

Produknya ia beri nama Dosa, yang berasal dari bahasa Rote, yang artinya Cuka. “Tujuannya hanya untuk memperkenalkan saja kalau kami...

Proses produksi garam di CV. Raja Baru milik Ferdinand Latuharu (Dok. CV. Raja Baru)

Pabrik Garam Ferdinand Latuheru Kesulitan Bahan Baku

by Tim Redaksi
21 Mei 2023
0

“Sebelumnya itu bahan baku dari tahun lalu bisa bertahan sampai sekarang,” ujar laki-laki yang pernah mengikuti pendidikan di PT. Garam...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati