• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Jumat, April 17, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Inspirator

Raup Cuan Saat Wisuda Offline Pasca Pandemi di Kupang

Rita Hasugian by Rita Hasugian
4 tahun ago
in Inspirator
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Wisudawan bersama keluarga mengerubungi tempat foto saat wisuda offline pertama Undana Kupang pasca pandemi di Kota Kupang (Joe-KatongNTT)

Wisudawan bersama keluarga mengerubungi tempat foto saat wisuda offline pertama Undana Kupang pasca pandemi di Kota Kupang (Joe-KatongNTT)

0
SHARES
329
VIEWS

Kupang – Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang akhirnya menggelar wisuda secara offline pada wisuda periode kedua tahun 2022, Kamis (30/6/2022). Perhelatan wisuda offline bisa dilaksankan setelah pandemi Covid-19 berangsur membaik.

Kebahagian rupanya tidak hanya dirasakan para wisudawan, orang tua maupun civitas akademika Undana. Pelaksanaan wisuda offline itu turut memberi berkah bagi para fotografer dan pedagang kaki lima.

BacaJuga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

15 Mei 2025
Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

18 Oktober 2024

Momentum bahagia itu benar-benar dimanfaatkan oleh Rio, seorang pedagang kaki lima di Kota Kupang. Bersama istrinya, Rio datang ke Undana sejak pagi.

Hujan gerimis mengguyur Kota Kupang sejak pagi. Namun itu tak menyurutkan semangat Rio menjemput rezeki.

Ia terus berjalan dengan memegang subuah dulang dengan beberapa minuman diatasnya. Menghampir setiap orang yang berdiri disekitaran auditorium itu.

Sebuah meja kayu kecil digunakan meletekan berbagai minuman dan makanan. Rio lebih sibuk saat wisuda sesi pertama berakhir sekitar pukul 11.00 WITA.

Diantara ribuan orang yang merayakan momen bahagia itu, Rio menyampari mereka menawarkan jajanannya.

“Kalau ada wisuda offline begini, kita pedagang kaki lima ini bisa ada peningkatan pendapatan sedikit dibanding hari-hari biasa,” ujar Rio.

Meski tidak meningkat secara signifikan pendapatnya, Rio tetap bersyukur. Ia memperkirakan pendapatannya meningkat hingga 20 persen ke atas dibanding hari biasa.

Rio menuturkan, berjualan pada momentum seperti wisuda sudah lama dilakukannya. Agar bisa mengetahui ada event maupun acara wisuda offline, Rio bekerjasama dengan para fotografer. Selain itu, ia kerap mencari informasi sendiri.

“Kita koordinasi dengan panitia pelaksana dan juga SPK (Satuan Pengaman Kampus). Kita minta izin diberi tempat untuk berjualan,” jelas Rio.

Selain Rio, beberapa orang yang tampak sibuk saat momentum wisuda itu adalah para fotografer. Sebanyak 14 petak tenda berjejer di area parkiran auditorium Undana Kupang.

Seorang wisudawati memeluk Ibunya usai prosesi wisada Undana Kupang sesi pertama, Kamis, 30 Juni 2022 (Joe-KatongNTT)

Mereka berbagi tugas. Yang memegang kamera tetap berada di tenda melayani para konsumen. Beberapa tampak memegang foto wisuda yang sudah dicetak dan menawarkan pada para wisudawan dan keluarganya.

“Supaya tidak kacau kita ada koordinator lapangan. Kita sudah komunikasi dengan panitia pelaksana wisuda bagaimana kita bisa menawarkan jasa kita sehingga tidak menggangu prosesi wisuda,” ujar Sony Ludoni, Ketua Persatuan Fotografer Nusa Tenggara Timur atau PFNTT.

Sony mengatakan, pelaksanaan wisuda offline pertama di Undana setelah dua tahun wisuda online berdampak bagi pendapatan para fotografer. Menurutnya, mereka yang sudah lama melayani foto wisuda berlatar dan dicetak mengalami penurunan pendapatan saat wisuda online.

Ia menjelaskan, para fotografer diminta datang langsung ke rumah saat wisuda online. Namun mereka kadang hanya mendapatkan untung sekitar Rp. 50.000, setelah dikurangi biaya cetak dan ongkos transportasi.

Banyak permintaan yang tidak terlayani saat wisuda online. Namun dengan wisuda offline, pendapatan fotografer tergantung bagaimana mereka menawarkan jasa dan meyakinkan konsumen dengan kualitas foto mereka.

“Ini kalau sore kita sudah tau pendapatan setiap fotografer berapa, kita lihat dari jumlah foto yang dicetak,” jelas Sony.

Terkait harga foto, Sony mengatakan pihaknya sudah menyepakati harga sama untuk setiap ukuran foto. Dengan begitu, besaran pendapatan setiap fotografer tidak menentu.

Untuk ukuran foto 10R dipatok harga Rp. 30.000. Ukuran lain seperti 12R seharga Rp. 100.000 – 150.000.

“Kalau wisuda offline begini pendapatan setiap fotografer setelah dikurangi biaya cetakan minimal Rp. 500.000,” ujar Sony.(Joe)

Baca juga: Penjahit Keliling di Kupang, Kreatif Meraup Cuan

Tags: #fotograferwisuda#Undana Kupang#wisudaoffline#wisudaUndanaKupang
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Mariangle Hungria, warga Brasil meraih peraih Nobel Pangan dan Pertanian Dunia 2025 karena menemukan bakteri tanah dapat digunakan sebagai pupuk yang ramah lingkungan dan murah . (Luciano Pascoal)

Mariangela Hungria, llmuwan Brasil Buktikan Bakteri Bisa Selamatkan Bumi

by PriyaHusada
15 Mei 2025
0

Dari laboratorium sunyi di Brasil, Hungria memimpin revolusi pertanian yang tak hanya menyelamatkan petani, tapi juga membuka jalan bagi cara...

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

Disabilitas di Manggarai Bertahan Hidup di Tengah Minimnya Perhatian Pemerintah

by KatongNTT
18 Oktober 2024
0

Ruteng – Berbagai suku cadang sepeda motor terpajang apik di rak kayu di bengkel yang terletak persis di sisi barat...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati