• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Sabtu, Mei 2, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Rekam Jejak Tetsuya Yamagami yang Menembak Mati Shinzo Abe

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Tetsuya Yamagamai saat ditangkap aparat keamanan setelah menembak mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Jumat siang, 8 Juli 2022. (IBTimes.sg)

Tetsuya Yamagamai saat ditangkap aparat keamanan setelah menembak mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada Jumat siang, 8 Juli 2022. (IBTimes.sg)

0
SHARES
133
VIEWS

Kupang– Hanya dalam beberapa menit penembak mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, 67 tahun, ditangkap. Dia mengaku bernama Tetsuya Yamagami, 41 tahun. Pria ini merupakan warga kota Nara.

Mengenakan T-shirt abu-abu dan celana panjang beige, Yamagami mengarahkan senjata rakitan kea rah tubuh Abe. Dua tembakan terdengar dan Abe rubuh bersimbah darah. Saat itu Abe yang menjadi perdana menteri terlama berkuasa itu berpidato politik menjelang pemilihan Majelis Tinggi pada hari Minggu, 11 Juli 2022.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

Siapa Yamagami yang saat itu tampak beraksi sendirian? Apa motifnya membunuh Abe?

Bahkan setelah menembak Abe, dia tampak tidak terburu-buru meninggalkan lokasi penembakan di area stasiun kereta Yamato Saidaiji di kota Nara.  Dia meletakkan senjatanya dan berdiri diam saat petugas keamanan menangkapnya.

Media di Jepang dan media asing lainnya memberitakan Yamagami pernah menjadi pasukan bela diri di angkatan laut Jepang selama 3 tahun, atau tugasnya berakhir tahun 2005. Dia kini berstatus pengangguran.

Tetsuya Yamagami tampak di belakang Shinzo Abe sebelum menembaknya. (IBTimes.sg)
Tetsuya Yamagami tampak di belakang Shinzo Abe sebelum menembaknya. (IBTimes.sg)

Menurut aparat kepolisian Jepang, Yamagami  berniat untuk membunuh Abe karena merasa kecewa. Tapi niatnya itu bukan dipicu oleh politik. Melainkan, dia menyatakan dendam pada satu organisasi tertentu di mana Abe ada di dalam organisasi itu.

Sejauh ini polisi masih menyelidiki organisasi tertentu yang disebut Yamagami tanpa menyebut nama organisasinya.

Polisi menemukan bahan peledak di rumah Yamagami. Masih diselidiki apakah Yamagami melakukan aksi kejinya itu sendirian atau dengan beberapa orang lainnya.

Polisi Jepang juga belum menjelaskan hasil penggrebekan di rumah Yamagami, termasuk statusnya sudah menikah atau belum.  (Reuters/The Japan Times/IBTimes.sg/Rita Hasugian)

Tags: #Jepang#ShinzoAbe#TetsuyaYamagami
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati