• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Ekowisata Mangrove di Oesapa Rusak Parah Tak Kunjung Diperbaiki

Tim Redaksi by Tim Redaksi
4 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ekowisata Mangrove di kawasan Oesapa Barat, Kota Kupang, Provinsi NTT rusak berat akibat badai Seroja namun tak kunjung diperbaiki. (Ruth-KatongNTT.com)

Ekowisata Mangrove di kawasan Oesapa Barat, Kota Kupang, Provinsi NTT rusak berat akibat badai Seroja namun tak kunjung diperbaiki. (Ruth-KatongNTT.com)

0
SHARES
607
VIEWS

Kupang- Kawasan Ekowisata Mangrove Oesapa Barat, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami rusak berat akibat badai Seroja pada April 2021. Kerusakan ini tak kunjung diperbaiki.

Berdasarkan pengamatan KatongNTT, jembatan yang biasa dipakai para wisatawan untuk menelusuri hutan mangrove rusak sedang hingga berat.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Huruf T, N, G, dan R pada kalimat ‘Ecowisata Mangrove’ hilang diterpa badai Seroja, namun tak kunjung diperbaiki.

Begitu juga dua jalur jalan untuk mengelilingi hutan mangrove tidak dapat berfungsi seperti sedia kala. Akses jalan melalui sisi kiri terpaksa ditutup karena kayu jembatannya sudah lapuk dan sebagian ambruk.

Jalur yang bisa dilalui hanya dari bagian kanan jembatan. Namun para pengunjung harus berhati-hati karena sebagian pegangan jembatannya telah rusak. Beberapa kayu sebagai alas jembatannya pun bolong dan hampir terlepas.

Jembatan  rusak di kawasan Ekowisata Mangrove di Oesapa Barat, Kota Kupang rusak parah. (Ruth-KatongNTT.com)
Jembatan rusak di kawasan Ekowisata Mangrove di Oesapa Barat, Kota Kupang rusak parah. (Ruth-KatongNTT.com)

Lopo dan spot foto yang biasa menjadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto pun kini tidak bisa dijangkau lagi karena jembatan terputus.

Kerusakan ini berdampak pada penurunan jumlah wisata mencapai dua kali lipat dari periode sebelum badai Seroja.

“Sebelum Seroja pendapatan per bulan biasa dua jutaan. Tapi setelah ini per bulan pendapatan kadang-kadang 800-900 an (ribu),” ujar Ferdi Dethan, pengelola hutan mangrove di Oesapa.

Deretan penjual makanan maupun minuman pun yang sebelumnya berjejer di area mangrove tersebut sudah tidak terlihat lagi.

Baca Juga: Penjabat Wali Kota Kupang Targetkan Masalah Sampah Teratasi 2 Bulan

Dana tiket masuk hutan mangrove sebesar Rp 5 ribu per orang dewasa dinilai tidak mampu menutupi kerusakan di kawasan itu. Uang itu hanya untuk biaya pemeliharaan objek wisata.

Ferdi berharap akan adanya perhatian dari pemerintah Kota Kupang. Menurutnya,  sudah dua kali pihak pemerintahan kota Kupang menyambangi tempat tersebut dan berjanji segera ditanggulangi.

“Dari pemerintah kota sudah datang lihat dua kali, dan mereka siap untuk membantu membangun kembali yang rusak-rusak,” Ujar Ferdi.

Namun yang terlihat hanya cat warna warni jembatan yang masih bertahan. Selebihnya telah ambruk dan tak ada yang peduli.

“Mulai hancur, belum ada (bantuan). Tapi sudah, mereka sudah foto, mana-mana yang harus diperbaiki,” jelas Ferdi.

Sampah bertebaran di kawasan Ekowisata Mangrove di Oesapa Barat, Kota Kupang, Provinsi NTT. (Ruth-KatongNTT.com)
Sampah bertebaran di kawasan Ekowisata Mangrove di Oesapa Barat, Kota Kupang, Provinsi NTT. (Ruth-KatongNTT.com)

Belum lagi sampah kiriman yang menumpuk di sekitar area tersebut, semakin membuat tampilan objek wisata yang seharusnya mengutamakan konservasi alam itu amburadul.

“Sampah ini kan sampah kiriman semua. Kita hujan dulu baru sampah di sini banyak. Itu dari kali (re:sungai) Liliba sama kali Kartini. Jadi itu ujungnya di sini. Jadi sampah kalau sudah masuk (dalam hutan mangrove) tidak keluar lagi,” ujar Ferdi.

Dengan kerusakan kawasan mangrove di Oesapa, yang paling terkena imbasnya ialah masyarakat setempat. (Ruth)

Tags: #Badaiseroja#Ekowisatamangrove#Kotakupang#Oesapa#Sampah
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati