• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Bisnis

Menjelang Natal, Harga Cabai Rawit Naik Tiga Kali Lipat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Bisnis
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Harga Bahan Makanan Yang Melonjak Jelang Natal 2022 di Kupang (Ruth-KatongNTT)

Harga Bahan Makanan Yang Melonjak Jelang Natal 2022 di Kupang (Ruth-KatongNTT)

0
SHARES
92
VIEWS

Kupang – Dua minggu menjelang Natal ini, harga kebutuhan pokok di Kupang, NTT mengalami kelonjakan harga. Cabai menjadi komoditas yang paling tinggi kenaikan harganya.

Berdasarkan pantauan KatongNTT di Pasar Oesao, Penfui, dan pasar Inpres Naikoten 1, Cabai Rawit naik dari harga semula Rp 25 ribu/kg, kini menjadi Rp 70 – 80 ribu/kg.

BacaJuga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

29 Juni 2025
Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

12 September 2024

Harga bawang merah juga melambung Rp 40 ribu/kg dari Rp 20 ribu/kg.

“Ini pasti bawang naik lagi. Lombok (cabai) ini bisa-bisa Rp100 ribu satu kilo nanti,” ujar Harfan, pedagang di Pasar Inpres Naikoten 1, Kupang.

Harfan mengatakan, kenaikan harga cabai yang tinggi ini bisa jadi disebabkan musim yang tak pasti di NTT. Membuat hasil cabai rawit pun tak banyak.

Baca Juga: Kelompok Transportasi Sumbang Kenaikan Inflasi Terbesar di NTT Juli 2022

Sedangkan bawang putih masih dalam harga normal Rp 23 – 30 ribu/Kg. Minyak goreng berkisar Rp 15-25 ribu/liter. Adapun Gula pasir Rp 15-18 ribu/kg.

Inda, satu pedagang di pasar Penfui, Kupang,NTT saat ditemui katongNTT untuk menanyai harga bahan makanan (Ruth-KatongNTT)
Inda, satu pedagang di pasar Penfui, Kupang,NTT saat ditemui katongNTT untuk menanyai harga bahan makanan (Ruth-KatongNTT)

Harga telur ayam juga mengalami kenaikan, dari yang sebelumnya Rp 55 ribu, kini menjadi Rp 60 – 63 ribu/papan. Untuk harga tahu dan tempe juga naik. Imbas dari naiknya harga kacang kedelai dari Rp 400 ribu menjadi Rp 700 ribu per 50 kg. Akan tetapi para pedagang masih menjual dengan harga Rp 5 ribu per 10 potong tahu dan 4 papan tempe dengan harga Rp 10 ribu.

Para pedagang menyatakan kemungkinan harga bahan pokok akan melonjak naik.

“Ini sudah mulai pelan-pelan (naik harga). Nanti sudah dekat Natal pasti naik ini semua,” ujar Ina, pedagang di pasar Oesao, kabupaten Kupang.

Harga bahan makanan yang terus meningkat akan memicu tingginya inflasi di Kupang. Pemerintah Kota Kupang, NTT secara rutin memantau stok bahan kebutuhan pokok agar tercukupi dengan harga yang normal.

Baca Juga: BI NTT Paparkan 6 Langkah Menekan Inflasi

Dikutip dari Antara, Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh mengatakan harus terus dilakukan pemantauan harga barang di pasar untuk mencegah kenaikan harga yang tak terkendali. Sehingga dapat diintervensi dan tak merugikan masyarakat. *****

Tags: #BahanMakanan#BawangMerah#BawangPutih#Cabai#HargaCabai#inflasi#inflasintt#Natal#Natal2022#tahu#tempe#Tomat
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Produk olahan hasil laut NTT oleh UMKM CV Elitism di Kupang Exotic Festival 2025 di halaman kantor Gubernur NTT, 26 Juni 2025. (Rita Hasugian/KatongNTT)

UMKM NTT Mulai Olah Hasil Laut Jadi Produk Unggulan

by Rita Hasugian
29 Juni 2025
0

Di tengah laut biru dan pantai berpanorama indah, potensi ekonomi dari hasil laut di Nusa Tenggara Timur masih tersembunyi di...

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

Warga Desa Kairane di NTT Rawat 9 Jenis Bibit Jagung Lokal dari Kepunahan

by Rita Hasugian
12 September 2024
0

Boleh jadi kita tidak pernah terlintas cari tahu tentang jenis jagung yang kita konsumsi, apakah berasal dari bibit jagung lokal...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati