• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Kamis, April 16, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Sorotan

Antrean Jemaah Haji di NTT Capai 14.310 Orang

Rita Hasugian by Rita Hasugian
3 tahun ago
in Sorotan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Calon jemaah haji menggunakan pakaian ihram di Asrama Haji Kupang, Provinsi NTT saat melakukan manasik haji atau peragaan pelaksanaan ibadah haji (Putra Bali Mula - KatongNTT)

Calon jemaah haji menggunakan pakaian ihram di Asrama Haji Kupang, Provinsi NTT saat melakukan manasik haji atau peragaan pelaksanaan ibadah haji (Putra Bali Mula - KatongNTT)

0
SHARES
31
VIEWS

Kupang – Jumlah antrean ibadah haji di NTT mencapai 14.310 orang hingga dengan 20 Januari 2023.Dari jumlah itu terdapat 668 jemaah yang akan diberangkatkan tahun ini sesuai kuota.

Pelaksana tugas (Plt) Kabid Haji dan Bimas Islam Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTT, H. Mohamad Moa, menyampaikan 668 calon jemaah haji ini tersebar di 19 kabupaten dan kota di NTT.

BacaJuga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

3 Maret 2026
Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

18 Agustus 2025

“Jumlah ini kuota normal seperti kuota 2020 lalu,” kata dia dalam keterangan pers yang diterima Senin, 30 Januari 2023.

668 calon jemaah haji ini rata-rata telah mendaftar juga mengantre selama 20 sampai 30 tahun untuk keberangkatan kali ini.

Baca juga: Menteri Agama Sebut Pesparani Nasional Rayakan Moderasi Agama

Ia juga berharap biaya perjalanan ibadah haji (BIPIH) tidak naik tahun ini. Tahun 2022, BIPIH rata-rata secara nasional mencapai Rp 39.886.009.

BIPIH untuk jemaah haji NTT karena harus melalui Surabaya dapat mencapai Rp 42.586.009.

Ia menyebut besaran biaya tersebut untuk akomodasi, kesehatan, hingga konsumsi para jemaah selama 40 hari lamanya.

Para calon jemaah haji juga biasanya menyetor uang muka sebesar Rp 25 juta dan mendaftar di kantor perwakilan Kemenag masing-masing kabupaten dan kota.

Pihaknya saat ini masih menunggu arahan dari Kementerian Agama terkait biaya haji yang apakah akan naik atau tidak.

“Kita mengikuti saja arahan dari pusat seperti apa nanti,” sebutnya.

Baca juga: Tanpa Keberagaman Indonesia Tidak Ada

Dari 668 jemaah yang akan diberangkatkan di tahun 2023 ini terbanyak berasal dari Kota Kupang 279 orang dan paling rendah asal Rote Ndao yaitu 1 orang.

Rinciannya: Kota Kupang sebanyak 279 jemaah; Belu 23 jemaah; TTU 5 jemaah; TTS dengan 31 jemaah; Alor dengan 22 jemaah; Sikka 45 jemaah; Flores Timur 20 jemaah; Ende 53 jemaah; Ngada 6 jemaah; Manggarai 20 jemaah; Sumba Timur dengan 7 jemaah; Sumba Barat 19 jemaah; Kabupaten Kupang 21 jemaah; Lembata 7 jemaah; Manggarai Barat 75 jemaah; Rote Ndao 1 jemaah; Nagekeo 12 jemaah; Sumba Tengah 4 jemaah; Sumba Barat Daya 6 jemaah; lansia prioritas 7 jemaah; juga dengan petugas haji daerah sebanyak 5 jemaah. (Putra Bali Mula)

Tags: #BiayaPerjalananIbadahhAJI#Ibadahhaji#JemaahhajiNTT#KanwilKementerianAgamaNTT#Kementerianagama#Kuotahaji#NTT
Rita Hasugian

Rita Hasugian

Baca Juga

Erik Saka, anak Frans Xaver Saka dan istrinya Clotilde Min Mesak menuangkan angur kolesom saat sembahyang Imlek di rumah mereka di Weluli, Kabupaten Belu, NTT. (Yanti Mesak/KatongNTT)

Tradisi Sembahyang Imlek di Weluli

by Yanti Mesak
3 Maret 2026
0

Untuk menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang dimulai pada 17 Februari 2026 dan berakhir pada 3 Maret 2026, keluarga Frans...

Jalan rusak parah di Desa Natarmage, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT (Yohanes Fandi/KatongNTT)

Antara Jalan Rusak, Gagal Panen, Obat Kosong dan Semarak Kemerdekaan

by Difan Fandi
18 Agustus 2025
0

Desa Natarmage - Pagi itu, saya berangkat dari Desa Pruda menuju Natarmage, Kecamatan Waiblama, untuk mengikuti perayaan HUT RI ke-80...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati