Abaikan Prokes, Kasus Covid-19 Meningkat di Kupang

Ilustrasi: Kasus Covid-19 di NTT meningkat drastis (Kemenkes)

Ilustrasi: Kasus Covid-19 di NTT meningkat drastis (Kemenkes)

Kasus aktif Covid-19 di Kota Kupang terus meningkat. Data terbaru Jumat (18/2/2022), kasus aktif sebanyak 608 orang. Sebanyak 152 kasus baru terkonfirmasi dihari itu.

Sebagian besar wilayah di Kota Kupang masuk dalam zona merah (>10 kasus aktif). Sebanyak 24 kelurahan berada pada zona merah.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji mengatakan peningkatan kasus tersebut belum bisa dikaitkan dengan penyebaran varian Omicron.

Peningkatan penularan kasus Covid-19 di Kota Kupang itu, kata Ernest sebagai akibat dari pengabaian protokol kesehatan (prokes). Pengabaian paling nyata adalah keengganan warga memakai masker dan menghindari kerumunan.

“Kita bisa lihat di tempat-tempat umum, di dua lokasi (pantai kelapa lima dan pantai LLBK) yang sebenarnya belum dibuka untuk publik akses tetap sudah dipadati warga,” ujar Ernest.

Padatnya kunjungan warga di dua lokasi baru untuk sekedar berfoto itu menunjukkan tingkat pengabaian prokes di lingkungan publik yang tinggi.

Ernest mengatakan, perilaku pengabaian prokes turut memperparah peningkatan penularan.  Ditambah tingkat vaksinasi dosis dua di Kota Kupang yang masih berada pada angka 73,89 persen dengan capaian sasaran 246.510 orang. Kondisi ini mengakibatkan kasus Covid-19 di Kota Kupang meningkat.

Vaksinasi dosis pertama di Kota Kupang sudah mencapai 99,20 persen. Dari target 333.628 orang yang harus divaksin, 330.944 sudah menerima vaksin dosis pertama.

Ada 84.434 orang yang belum menerima vaksinasi tahap kedua. Dalam Surat Edaran Kemenkes RI Nomor SR.02.06/11/921/2022 tentang Pemberian Vaksinasi COVID-19 bagi Sasaran Drop Out yang dirilis per 13 Februari 2022, masyarakat yang belum menerima vaksinasi dosis kedua lebih dari 6 bulan diharuskan mengulang proses vaksinasi dari awal.

“Kita ikuti arahan dari Pemerintah Pusat. Untuk masyarakat yang vaksinasi dosis pertama itu sudah lewat dari enam bulan tapi belum menerima vaksin dosis kedua dan harus divaksin dari awal, kami siap. Tergantung ketersediaan vaksin,” ujar Ernest.

Ernest meminta warga yang belum menerima vaksin dosis kedua untuk mendatangi Puskesmas untuk menerima vaksinasi.

Kesadaran masyarakat untuk mengakses vaksin, kata Ernest, membantu Pemerintah dalam upaya menekan penularan Covid-19 di Kota Kupang.

Dari jumlah pasien aktif di Kota Kupang, 498 pasien melakukan isolasi mandiri (isoman). Dan 110 pasien dirawat di Rumah Sakit.

Pasien dengan gejala yang ringan, kata Ernest, diperbolehkan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah. Pasien yang menjalani isolasi di rumah sakit adalah pasien dengan gejala berat.

Ernest menjelaskan, Pemerintah Kota Kupang sudah mempersiapkan ruang isolasi khusus bagi pasien Covid-19 di beberapa rumah sakit di Kota Kupang. Khusus rumah sakit S.K. Lerik, tersedia ruang isolasi ICU dan ruang isolasi biasa dengan ketersediaan tempat tidur mencapai 80 tempat tidur.

“Kita punya depo oksigen di rumah sakit S.K. Lerik yang menyediakan oksigen untuk pasien Covid-19. Depo oksigen ini juga melayani permintaan oksigen dari rumah sakit yang membutuhkan,” jelas Ernest.

Ernest mengimbau masyarakat untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat menghindari tempat-tempat umum yang berpotensi terjadi penularan Covid-19. (K-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *