“PMK akan memiliki dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian Australia jika mencapai kawasan kami, dan kami mengambil langkah-langkah praktis untuk mencegahnya,” ujar Watt.
Australia – Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Murray Watt, akan berkunjung ke Indonesia dalam pekan ini. Salah satu tujuannya membantu Indonesia menghentikan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kian meluas.
Watt akan bertemu Pemerintah Indonesia didampingi oleh pejabat senior dari Departemen Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Kepala Dokter Hewan Australia Dr Mark Schipp bersama dengan Presiden Federasi Petani Nasional (National Farmers’ Federation) Fiona Simson juga mendampingi Watt.
Kunjungan itu, seperti ditulis Canberratimes.com.au, menunjukkan sikap pemerintah Australia untuk memastikan sektor pertanian (peternakan) tetap aman. Kehadiran Fiona Simson dan Mark Schipp diharapkan bisa kebih optimal dalam beberapa agenda pencegahan PMK.
Watt mengatakan kunjungan dua hari ini merupakan tindak lanjut pemerintahan Albanese (Anthony Albanese, Perdana Menteri Australia) melawan penyakit PMK pada sapi.
Adapun upaya lainnya adalah membangun biosekuriti yang baru, termasuk pemindaian ekstra terhadap pelancong, bagasi dan surat, anjing pendeteksi biosekuriti. Selanjutnya, informasi penting lainnya untuk pelancong dan petunjuk di bandara.
“Pemerintahan Albanese mengambil tindakan tegas terhadap PMK baik di dalam maupun luar negeri. Pendekatan dua arah ini merupakan langkah untuk memperkuat pertahanan biosekuriti di dalam negeri. Ini juga untuk mendukung Indonesia dalam menangani dan menghentikan wabah yang terjadi,” kata Watt dalam keterangan resmi Kedutaan Besar Australia, Selasa (12/7/2022).
Kunjungan ini dilaksanakan atas landasan yang kuat dari kunjungan Perdana Menteri Albanese ke Indonesia bulan lalu. Dia menawarkan vaksin dan keahlian teknis untuk membantu Indonesia menangani PMK.

“PMK akan memiliki dampak yang signifikan terhadap sektor pertanian Australia jika mencapai kawasan kami, dan kami mengambil langkah-langkah praktis untuk mencegahnya,” ujar Watt.
Selama kunjungannya di Indonesia, Menteri Watt akan bertemu dengan Menteri Pertanian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Menteri Perikanan Indonesia, serta dengan perwakilan agribisnis terkemuka Indonesia.
Kementerian Pertanian mencatat kasus wabah PMK yang menyerang hewan ternak sudah menyebar di 21 provinsi dan 241 kota/kabupaten.
Berdasarkan data yang dilihat dari situs siagapmk.id Selasa (12/7/2022) pukul 17.11 WIB, terdapat 362.263 kasus PMK. Jumlah kasus aktif yang masih tersisa yakni sebanyak 219.601 ekor. Yang dinyatakan sembuh 136.680 ekor, potong bersyarat 3.585 ekor dan dinyatakan mati 2.397 ekor. Total hewan yang sudah divaksin 474.107 ekor.
Dalam data itu dijelaskan Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama kasus tertinggi PMK dengan jumlah 141.130 kasus. Disusul Nusa Tenggara Barat (NTB) 56.680 kasus dan Jawa Tengah 44.860 kasus. Untuk hewan ternak yang paling banyak terkena penyakit yakni sapi sebanyak 353.215 ekor, kerbau 6.256 ekor dan kambing 1.622 ekor. (Heri)




