Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi curah hujan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ada 7 kecamatan di NTT yang berstatus Awas curah hujan tinggi atau lebat. 7 kecamatan itu berada di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan (TTS).
Baca juga : 11 Wilayah NTT Tak Akan Hujan Untuk Waktu Lama
Status Awas hujan lebat ini yakni di Kabupaten Kupang pada Kecamatan Amfoang Barat Laut, Amfoang Selatan, Amfoang Tengah, Amfoang Timur dan Amfoang Utara. Sedangkan di TTS pada Kecamatan Fatumnasi dan Nunbena.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II BMKG, Rahmatulloh Adji, dalam keterangannya menyebut status Awas ini yaitu dengan curah hujan di atas 300 milimeter (mm) dan peluangnya 70 persen.
Baca juga : Bukan Daerah Terpanas di Indonesia, NTT Masih Waspada Hujan Lebat
Status ini diprediksi terjadi pada dasarian pertama di bulan Desember berdasarkan monitoring pada 30 November 2023.
Ia menyebut daerah-daerah dengan status peringatan dini potensi curah hujan tinggi ini perlu melakukan langkah antisipasi.
Baca juga : Potensi Tsunami di NTT, BMKG Imbau Warga Tidak Panik
“Waspada potensi rusaknya tanaman pertanian atau perkebunan akibat banjir, meningkatnya potensi kejadian longsor pada daerah berlereng dan banjir di kawasan pemukiman,” kata Rahmatulloh dalam keterangannya, Senin 4 Desember 2023.
Secara umum, kata dia, saat ini zona musim di NTT berada dalam periode peralihan musim yang masih diperlukan kewaspadaan terkait ancaman curah hujan tinggi.
Baca juga: 12 Warga NTT Meninggal Akibat DBD, Tertinggi di SBD
“Prakiraan peluang curah hujan menunjukkan bahwa di sebagian wilayah NTT diprakirakan akan mengalami curah hujan tinggi atau di atas 150 mm per dasarian dengan peluang 71 – 90 persen,” tukas dia. ***




