• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak
Selasa, April 28, 2026
  • Login
Katong NTT
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi
No Result
View All Result
Katong NTT
No Result
View All Result
Home Cuaca, Iklim dan Lingkungan

Bukan Daerah Terpanas di Indonesia, NTT Masih Waspada Hujan Lebat

Tim Redaksi by Tim Redaksi
3 tahun ago
in Cuaca, Iklim dan Lingkungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bukan Daerah Terpanas di Indonesia, NTT Masih Waspada Hujan Lebat

Ilustrasi hujan selama akhir bulan Juni. (Pixabay)

0
SHARES
13
VIEWS

Kupang – Sejumlah wilayah Indonesia tercatat sempat mengalami kenaikan suhu maksimum harian sepekan belakangan. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah memasuki musim kemarau namun masih dilanda hujan hingga awal Mei mendatang.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan ini diperkirakan terjadi dari 25 April hingga 1 Mei 2023.

BacaJuga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

11 Februari 2026
Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

9 Januari 2026

Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, Rabu 26 April 2023, juga menyampaikan soal peringatan dini atas prospek cuaca ini.

Baca juga : Penyebab Suhu Dingin Melanda NTT

Ia mengatakan umumnya cuaca cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang yang juga dapat disertai petir.

Menurut dia, Pulau Timor, Rote, Sabu, Sumba, Flores, Pulau Adonara, Solor, Lembata, Alor dan Pulau Pantar akan mengalami cuaca ini pada 25 – 28 April 2023.

Di periode 29 April hingga 1 Mei 2023, cuaca umumnya cerah hingga berawan untuk wilayah selain Pulau Flores.

Pulau Flores akan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan dan berpotensi hujan ringan periode 29 April hingga 1 Mei 2023.

Agung mengatakan kondisi ini perlu diwaspadai sebagai cuaca ekstrem akibat peralihan musim. Ini ditandai  dengan angin kencang berdurasi singkat, puting beliung, hujan es maupun sambaran petir.

Baca juga Ini Penjelasan BMKG Soal Suhu Panas di NTT

Terdapat 12 daerah di NTT juga yang ada dalam kategori Waspada hujan lebat dari 26 – 27 April ini.  Meski begitu NTT masih dalam taraf aman. Ini disebabkan tidak ada daerah yang masuk dalam kategori status yang lebih tinggi seperti Siaga dan Awas.

“Daerah yang waspada itu Lembata, Timor Tengah Utara, Belu, Kupang, Flores Timur, Malaka, Timor Tengah Selatan, Alor, Ende, Sikka, Ngada dan Manggarai Timur,” tukasnya Rabu 26 April 2023.

Sedangkan sejumlah daerah di Indonesia belakangan diketahui mengalami kenaikan suhu maksimum harian tertinggi mencapai 37,2° Celcius (C).

Ciputat, Tangerang Selatan adalah daerah yang mencapai suhu maksimum harian tertinggi tersebut pada dasarian II April ini, tepatnya pada tanggal 17 April 2023. Terdapat 9 daerah lainnya dengan suhu maksimum harian pada rata-rata 36° C. NTT tak termasuk di dalamnya.

Untuk kondisi suhu maksimum harian di Kota Kupang, kata dia, masih dalam taraf normal. Pihaknya mencatat sejak 16 April hingga 22 April lalu suhu di Kota Kupang pada kisaran 31,0° Celsius (C) hingga 32,7 ° C.

“Data yang tercatat suhu maksimum di Kota Kupang. Alhamdulillah masih aman,” ungkap Agung.

Baca juga : NTT Memasuki Musim Kemarau Mulai April Ini

Wilayah Asia Selatan pun tengah mengalami gelombang panas atau heatwave. Daerah terpanas di dunia sendiri adalah Kumarkhali yaitu kota di distrik Kusthia, Bangladesh.

Wilayah ini menjadi daerah terpanas dengan maksimum suhu harian yang tercatat sebesar 51,2 C pada 17 April 2023.

Sebanyak 10 kota terpanas di Asia lainnya sebagian besar di Myanmar dan India.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Dwikorita Karnawati, dalam rilisnya membenarkan adanya gelombang panas melanda Asia. Namun gelombang panastidak terjadi di Indonesia.

Suhu panas di Indonesia bukan gelombang panas, tegas dia, dan suhu maksimal harian pun sudah mulai turun.

Secara karakteristik suhu panas di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa.

“Dan terjadi setiap tahun sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya,” jelas dia.

Baca juga : Bibit Siklon Muncul, BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca NTT Hingga 11 April

Ia menyampaikan pengamatan stasiun BMKG di Ciputat pada pekan lalu hanya terjadi satu hari tepatnya pada tanggal 17 April 2023.

“Suhu tinggi tersebut sudah turun dan kini maksimum suhu teramati berada dalam kisaran 34 hingga 36°C di beberapa lokasi,” ujarnya.

Variasi maksimum suhu 34°C – 36°C untuk wilayah Indonesia masih dalam kisaran normal klimatologi dibandingkan tahun- tahun sebelumnya. ****

Tags: #anginkencang#asia#BMKGNTT#climatechange#curahhujantinggi#heatwave#hujanes#PemanasanGlobal#putingbeliung#suhupanas
Tim Redaksi

Tim Redaksi

Media berita online berkantor di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Fokus pada isu-isu ekonomi, sosial, budaya, kesehatan, dan lingkungan.

Baca Juga

Desa Tablolong. (Rita Hasugian/KatongNTT)

Cerita Rumput Laut dari Tablolong: Petani Kesulitan Bibit, Hama Lendir, dan Tercemar Mikroplastik

by Rita Hasugian
11 Februari 2026
0

Pada Jumat sore, 30 Januari 2026, Indrawati Doroh duduk berselonjor di teras rumahnya di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang, NTT bersama...

Jalur sebelah barat pembuangan limbah air pendingin mesin untuk merawat turbin dan pipa PLTU Timor-1 yang dibuang ke Laut Timor. Limbah itu mengandung serpihan batubara, oli dan solar. Jalur barat lokasinya berdekatan dengan lokasi budidaya rumput laut petani Desa Lifuleo, Kabupaten Kupang, NTT. (Dok.Oktaf Sekatu)

4 Lembaga Uji Lab, Petani: Limbah Pendingin Mesin PLTU Timor-1 Dibuang ke Laut

by Rita Hasugian
9 Januari 2026
0

 Kupang – Klaim PT PLN (Persero) untuk mengusut dan memvalidasi dugaan batubara sebagai bahan bakar PLTU Timor-1 memunculkan pertanyaan. Sebab...

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Katong NTT

Merawat Suara Hati

Menu

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak

Follow Us

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
Sign In with Linked In
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Sorotan
  • Perempuan dan Anak
  • Cuaca, Iklim dan Lingkungan
  • Pekerja Migran & Perdagangan Orang
  • Lainnya
    • Bisnis
      • Agribisnis
      • Industri Pariwisata
    • Inspirator
    • Opini
    • Pemilu 2024
    • Kolaborasi
      • Cerita Puan
      • Dekranasda Provinsi NTT
      • Kabar dari Badan Penghubung NTT
      • Media dan Literasi

Merawat Suara Hati