Kupang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 365 kali gempa terjadi di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya sepanjang April 2023.
“Tercatat sebanyak 365 kali kejadian gempa bumi di Sumba dan sekitarnya dengan jumlah kejadian yang dirasakan sebanyak empat kali,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Sumba Timur Kustoro Hariyatmoko dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin, (1/5/2023).
Dia menyampaikan hal itu berkaitan dengan catatan BMKG tentang gempa di Pulau Sumba dan langkah antisipasi yang perlu dilakukan. Berdasarkan kekuatannya gempa lebih dari magnitudo 5 sebanyak dua kejadian, di antara magnitudo 3-5 sebanyak 78 kejadian dan untuk magnitudo lebih kecil dari itu, 285 kejadian.
Baca juga: 3.982 Gempa Menerjang NTT Selama 2022
Berdasarkan kedalaman, pusat gempa kurang dari 60 kilometer sebanyak 283 kejadian dan lebih dari 60 kilometer sebanyak 81 kejadian. Untuk kedalaman lebih dari 300 km sebanyak satu kejadian.
Kustoro mengingatkan masyarakat di Pulau Sumba dan sekitar untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman gempa yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena Pulau Sumba merupakan wilayah yang sering diguncang gempa. Penyebabnya adalah Pulau Sumba berada pada batas dua lempeng tektonik yaitu lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia.
Bahkan pada 19 Agustus 1977, kata dia, wilayah Pulau Sumba bagian selatan pernah dihantam gelombang tsunami yang dipicu gempa berkekuatan magnitudo 7.
Baca juga: Proyek PLTS Sumba Terbesar di Dunia Masih Kekurangan Konsorsium Besar
Upaya-upaya antisipasi seperti memperkuat bangunan rumah atau fasilitas lain harus terus diperhatikan untuk meminimalisasi dampak kerugian jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan besar.
Dia mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi dari BMKG sebagai sumber yang terpercaya. Sehingga masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan informasi gempa atau tsunami dari sumber-sumber lain yang tidak bertanggung jawab seperti yang sering kali muncul di media sosial.
Kustoro menegaskan, belum ada alat yang dapat memprediksi kejadian gempa secara akurat kapan, di mana, dan berapa kekuatannya. BMKG pun tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa. [Antara]




