Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga agar mewaspadai potensi banjir wilayah pesisir (rob) yang berpeluang melanda pesisir enam pulau di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama beberapa hari ke depan.
“Waspadai fenomena rob berpeluang melanda pesisir enam pulau di NTT yaitu pesisir Sumba, Sabu, Raijua, Rote, Timor, dan pesisir selatan Flores,” kata Pelaksana Tugas Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang BMKG Agung Sudiono Abadi di Kupang, Jumat, (19/5/2023).
Dia menyampaikan hal itu berkaitan dengan dengan peringatan dini banjir pesisir (rob) di wilayah NTT yang berlaku selama 20-21 Mei.
Agung menjelaskan fenomena rob berpeluang terjadi akibat adanya fenomena Fase Bulan Baru yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum yang lebih signifikan. Selain itu, seperti ditulis Antara, meningkatkan potensi gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT.
Oleh sebab itu, kata dia, warga yang bermukim di pesisir pulau-pulau tersebut agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap fenomena rob yang bisa mengakibatkan kawasan pemukiman penduduk tergenang air laut. Demikian juga, terganggunya aktivitas di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam, perikanan darat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan.
Agung menyarankan warga agar mengamankan barang-barang berharga dan selalu siap untuk segera mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman ketika terjadi rob.
“Langkah-langkah antisipasi perlu dipersiapkan secara baik agar dampak kerugian akibat rob bisa diminimalisir terutama menyangkut keselamatan diri warga,” katanya.
Awal Mei lalu, BMKG NTT juga menginformasikan ancaman rob di wilayah NTT. Pantauan BMKG saat itu berdasarkan data prediksi pasang surut, tinggi gelombang, kecepatan angin, dan curah hujan. Hal itu dapat mempengaruhi dinamika pesisir di wilayah NTT berupa potensi banjir pesisir. [Anto]\




