Dekranasda NTT Minta SLB Fokus ke Talenta dan Kebutuhan Pasar

Ketua Dekranasda NTT Julie Laiskodat berdialog dengan siswa SLB Negeri Oelamasi di Kabupaten Kupang dan SLB Negeri Manekat di Kabupaten TTS saat mereka berkunjung ke gedung Dekranasda NTT, Kamis, 19 Mei 2022. (KatongNTT)

Ketua Dekranasda NTT Julie Laiskodat berdialog dengan siswa SLB Negeri Oelamasi di Kabupaten Kupang dan SLB Negeri Manekat di Kabupaten TTS saat mereka berkunjung ke gedung Dekranasda NTT, Kamis, 19 Mei 2022. (KatongNTT)

Kupang– Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Timur menggandeng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Sekolah Luar Biasa (SLB) untuk meningkatkan kualitas siswa.

Peningkatan kualitas  baik di bidang tenun, pertanian, dan bidang lainnya diarahkan agar mereka berorientasi pada kebutuhan pasar. 

“Tidak usah dipaksakan teori, tapi cari talenta ,” kata Julie Sutrisno Laiskodat, Ketua Dekranasda NTT kepada wartawan di kantor Dekranasda NTT, Kamis, 19 Mei 2022.

Bunda Julie mengundang SLB Negeri Oelamasi, Kecamatan Fatuleu di Kabupaten Kupang dan SLB Negeri Manekat, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan berkunjung ke Dekranasda.

Undangan ini sebagai respons atas kunjungan Bunda Julie ke kedua SLB itu pada Sabtu pekan lalu.

Kunjungan ini selain untuk menambah wawasan para siswa, uji kemampuan, dan kontribusi mereka untuk membangun NTT.  

Bunda Julie mengatakan, siswa SLB memiliki hak yang sama untuk dilibatkan dalam program pemberdayaan keterampilan dan bantuan menambah wawasan mereka.

Ketua Dekranasda NTT Julie Laiskodat bersama siswa SLB yang membuat pajangan bunga dengan kualitas bagus (dua dari kanan dan empat dari kanan) didampingi guru mereka saat berkunjung ke Dekranasda NTT, Kupang, Kamis, 19 Mei 2022. (KatongNTT)
Ketua Dekranasda NTT Julie Laiskodata, Kepala SLB Negeri Manekat Fritz Benu (kiri) dan Kepala SLB Negeri Oelamasi Yusuf Kande (paling kanan), bersama dua siswa yang membuat pajangan bunga dengan kualitas bagus (empat dari kiri dan dua dari kanan) di gedung Dekranasda NTT, Kupang, Kamis, 19 Mei 2022.

Menurut Bunda Julie, siswa-siswa SLB Oelamasi dan Manekat memiliki keterbatasan fisik, namun kualitas hasil karya tangan mereka melampaui kualitas orang normal.  Sehingga dia menyarankan kepala sekolah fokus pada penggalian talenta para siswa.

Istri Gubernur NTT ini kemudian menunjukkan hasil tenun SLB itu berupa tenun dan souvenir. Menurutnya, mayoritas siswa tuna grahita meminati tenun.

“Ini hasil dari anak-anak disabilitas yang luar biasa, tenun mereka punya kepadatan dan cara menenunnya lebih baik dari pada penenun biasa. Jadi Tuhan itu adil,” ujar Bunda Julie.

Untuk membantu kedua SLB dalam meningkatkan kualitas siswa-siswanya , Dekranasda NTT memberikan bantuan peralatan menenun dan benang berkualitas  

Bunda Julie juga akan melakukan road show ke 43 SLB di 19 kabupaten dan kota, minus Kabupaten Sabu Rajua dan Malaka yang belum memiliki SLB.

Kepala SLB Negeri Manekat, Kabupaten TTS, Fritz Benu menjelaskan bahwa para siswanya belum dapat belajar optimal karena jumlah guru yang hanya 16 orang untuk 55 siswa. Sebanyak 16 guru itu tidak berlatar belakang pendidikan khusus SLB.

“Mereka semua, kecuali saya dan satu guru, berlatar belakang pendidikan guru biasa,” ujar Fritz .

Yusuf Kande menjelaskan, jumlah siswa sebanyak 85 orang dengan 55 guru. Ratio jumlah guru dan siswa dinilai masih lebih baik dibandingkan SLB Manekat.

Meski begitu, Yusuf mengatakan, materi pelajaran untuk keterampilan masih perlu ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan pasar.

Menyikapi KTT G20, Bunda Julie mengatakan, Dekranasda dan Dinas Pendidikan dan Budaya NTT akan menyediakan anggaran untuk membawa siswa-siswa SLB untuk menampilkan hasil karya mereka.

Bunda Julie memastikan para siswa SLB akan tampil di 2 dari 5 destinasi untuk menyambut KTT G20, yakni Danau Toba di Sumatera Utara dan Bali.

“Saya sudah minta slot. Anak-anak ini akan hadir di sana,” ujarnya.  *****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *